Investasi sudah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan guna mengamankan simpanan dana dalam jangka panjang. Simpelnya, investasi merupakan tindakan mengakumalasi kekayaan dengan menempatkan uang pada instrumen keuangan yang memberikan imbal hasil tertentu. Termasuk investasi online.

Salah satu kunci sukses investasi adalah kesesuaian antara tujuan keuangan dan instrumen investasi yang dipilih. Kamu harus tahu tujuan keuangan kamu sebelum memilih instrumen investasi. Terlebih dengan maraknya investasi online yang membuat pilihan investasi semakin variatif dan kompetitif.

Supaya lebih jelas kamu bisa membacanya di artikel! berikut ini.

Apa itu investasi online?

Layaknya investasi secara konvensional, investasi online adalah penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan secara panjang. Investasi berfungsi untuk menyimpan dana dalam jangka panjang supaya memiliki nilai yang lebih tinggi dari inflasi tahunan. Untuk transaksi lebih aman, Anda perlu mengetahui investasi secara online dengan aman.

Instrumen investasi online bisa menjadi salah satu pilihan untuk menyimpan dana masa depan. Melalui aplikasi investasi online terpercaya dan terdaftar di OJK, kamu bisa memilih jenis investasi mulai dari crowdfunding, P2P Lending, reksadana, emas, saham, sampai investasi online syariah. Salah satu keuntungan melakukan investasi online adalah prosesnya yang lebih cepat dan efisien.

Jenis – jenis investasi online

Kini hampir semua produk investasi konvensional bisa ditransaksikan secara online. Mulai dari investasi reksadana, saham, emas, dan investasi terpercaya dengan profit harian lainnya. Terdapat pula produk investasi baru seiring dengan perkembangan fintech seperti P2P lending dan crowdfunding Indonesia. Berikut jenis-jenis investasi online yang dapat kamu pilih untuk berinvestasi.

1. Nabung emas online

Emas merupakan salah satu produk investasi karena harganya cenderung naik setiap tahun. Kamu harus emas merupakan instrumen investasi yang likuid dengan rata-rata pertumbuhan 10% per tahun. Sekarang ini investasi emas bisa dilakukan secara online melalui perusahaan fintech

2. Reksa dana online

Investasi reksadana memiliki cara kerja dengan mempercayakan uang yang kita miliki pada pihak yang berkompeten untuk diinvestasikan pada instrumen investasi. Pihak yang berkompeten itu disebut sebagai manajer investasi dan dia akan menghimpun dana dari masyarakat untuk diinvestasikan ke saham, obligasi, dan lain-lain. Keuntungannya akan dibagikan kepada nasabah reksa dana sesuai unit investasi yang mereka punya.

3. P2P lending

P2P lending merupakan platform digital yang mempertemukan pemilik dana dengan orang yang mengajukan pinjaman. Investasi online ini menawarkan pinjaman konvensional atau syariah sesuai ketersediaan produk. Keberlangsungan perusahaan ini amat bergantung pada kemampuan debitur mengembalikan uang pinjaman kepada perusahaan.

4. Equity crowdfunding

Equity crowdfunding merupakan penggalangan dana yang melibatkan masyarakat sebagai investor untuk proyek usaha tertentu. Biasanya Equity Crowdfunding menyasar sektor UKM yang masih berkembang. Dengan ikut patungan usaha di platform ini, kamu sudah menjadi bagian dari pemilik usaha itu. Besar kecilnya return tergantung pada kesuksesan bisnis tersebut meraih laba. Beberapa Equity crowdfunding yang ada di Indonesia yakni Amartha.

5. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara merupakan surat pengakuan utang yang dikeluarkan negara guna membiayai kebutuhan anggaran pemerintah. Keuntungan berinvestasi di Surat Berharga Negara adalah pembayaran imbal hasil yang dijamin oleh undang-undang. Nilai return yang didapat juga lumayan, sekitar 6% per tahun. Sejak tahun 2017, SBN dijual secara online melalui sejumlah mitra yang ditunjuk Bank Indonesia.

6. Trading Forex

Trading forex merupakan aktivitas jual beli mata uang asing untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Keuntungan dari forex lebih banyak melalui trading singkat ketimbang investasi karena volatilitasnya sangat tinggi. Imbasnya, pemain bisa untung dalam waktu singkat, tapi juga menderita kerugian dalam waktu singkat pula. Pemain trading perlu mengamati pola pergerakan harga mata uang dan isu ekonomi yang sedang terjadi. Sehingga tak disarankan buat kamu yang belum cukup belajar mengenai trading karena sangat berisiko.

7. Tabungan berjangka

Tabungan berjangka memang agak mirip deposito, tapi ada perbedaan pada sifat kedua instrumen ini. Tabungan berjangka merupakan simpanan nasabah yang rutin disetorkan setiap bulan selama jangka waktu tertentu. Dari definisi itu, tabungan berjangka adalah produk simpanan, sementara deposito adalah produk investasi. Tabungan berjangka biasanya lebih murah ketimbang deposito sementara imbal hasilnya lebih kecil. Aset deposito bisa dijadikan penjaminan utang, sementara tabungan berjangka tidak.

8. Robo advisor

Produk investasi online 2020 terakhir, ada robo advisor yang merupakan perangkat lunak yang membantu investor berinvestasi. Perangkat lunak ini memang robot yang mempelajari profil risiko investor sampai bisa memberikan rekomendasi investasi. Peran robo ini hampir meninggalkan peran manajer investasi karena kini Algoritma yang mengambil alih tugas itu.