Biasanya perusahaan yang membutuhkan dana menghubungi pihak penyelenggara lalu pihak penyelenggara akan melakukan sebuah analisa mendalam terhadap kelayakan bisnis penerbit. Analisa mendalam tersebut juga menyangkut banyak aspek seperti ide, model bisnis, team dan manajemen, legalitas, pertumbuhan, rencana di masa yang akan datang dan yang paling penting analisa terhadap risiko. Pihak penyelenggara juga akan memberikan edukasi kepada konsumen atau investor yang telah menanamkan modalnya.

Setelah menerapkan analisa dan standar operasional prosedur dengan ketat barulah perusahaan penerbit diputuskan akan ditawarkan kepada masyarakat atau tidak. Jika memang perusahaan layak maka penawaran akan dilakukan.

Setelah pemodal memutuskan untuk melakukan pembelian maka pemodal akan memiliki porsi kepemilikan perusahaan dari penerbit (owner sesuai presentase) dan mendapatkan bagi hasil atau dividen dari laba perusahaan dan capital gain dari pertumbuhan perusahaan.

Kenapa harus berinvestasi di crowdfunding?

Perkembangan zaman ke zaman merubah cara hidup manusia dan semakin membuktikan bahwa untuk hidup membutuhkan biaya. Biaya tersebut dapat mensuport apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan setiap individu. Namun, sejalan dengan hal tersebut terdapat ketidakpastian perkembangan ekonomi yang dipengaruhi oleh banyak aspek seperti bencana, politik dll.

Dari fenomena tersebut individu dituntut harus siap dalam semua kondisi, terlebih kondisi masa depan, maka salah satu cara untuk mempersiapkan hal tersebut adalah dengan berinvestasi, dengan berinvestasi selain dapat melindungi aset nilai kita dari inflasi namun juga berpotensi mendapatkan keuntungan atau imbal hasil.

Perkembangan investasipun juga beragam sejalan dengan perkembangan zaman itu sendiri.  Biasanya masyarakat hanya mengenal investasi deposito dari produk bank saja, namun untuk saat ini sudah banyak sekali alternatif dengan keuntungan yang lebih tinggi returnnya namun juga risiko yang terukur.

Salah satunya adalah equity crowdfunding yang melihat potensi perusahaan – perusahaan startup dengan teknologinya yang berkembang pesat di Indonesia bahkan dunia. Bukankah perkembangan teknology memang tidak bisa dihindari?, disini equity crowdfunding mepunyai peran vital akan hal tersebut.

Kelebihan investasi di Equity Crowdfunding

Sebut saja gojek dengan valuasinya yang melebihi garuda Indonesia lalu Tokopedia, Traveloka, Bukalapak adalah bukti bahwa sebenarnya Indonesia juga mampu mencetak inovasi – inovasi yang kreatif dan out of box, Bahkan valuasi startup yang disebutkan diatas merupakan yang terbesar di asia tenggara yang mampu mengalahkan startup lainnya. Ini juga membuktikan bahwa SDM Indonesia juga tidak kalah bersaing dalam skala International.

Meninjau kembali dari sumber yang dilansir kompas.com, founder gojek yaitu Nadim Makarim memulai usahanya dengan modal awal Rp.5 milyar dan saat ini bervaluasi Rp 142 triliun artinya imbal hasil dari kenaikan tersebut sebesar 2,839,900% dalam waktu 10 tahun yang dimulai di tahun 2010 sampai saat ini.

Jika dibandingkan dengan deposito, obligasi, reksadana, saham, property maka jika dirata – rata dengan asumsi pasar sedang kondusif sangat sulit melampui angka 17-24% pertahun, terlebih lagi deposito yang tergolong kecil.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan kelebihan berinvestasi di Equity crowdfunding Indonesia dapat berkesempatan menjadi bagian dari perusahaan inovatif lainnya dengan profit yang sangat besar dalam jangka waktu yang singkat.