LSM JEKO Buka-bukaan Soal Acara Kenal Sambut, Apakah Bupati dan Sekda Terlibat?

  • Whatsapp

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Acara kenal sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi yang dilakukan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, di Hotel Holiday In– Cikarang (7/10) ternyata berbuntut panjang.

Usai acara ‘Kenal Sambut’ banyak bermunculan kecaman dari sejumlah stakeholder dan bahkan sudah ada yang melaporkannya ke institusi pucuk pimpinan eksekutif dan yudikatif di Jakarta.

Muat Lebih

Seperti diketahui, lembaga yang pertama kali mengkritisi acara dan anggaran biaya itu adalah LSM Jendela Komunikasi (JEKO) dan ketika diminta tanggapan terkait hal itu, Heri Pandapotan pendiri LSM Jeko mengatakan, jika melihat persolan itu harus pake rumus panjang kali lebar sama dengan luas.

“Acara ‘kenal sambut’ itu tidak serta merta alias mendadak. Sebab dari berbagai informasi yang beredar ada oknum eksekutif Pemkab Bekasi yang menjalin komunikasi, terkait bagaimana agenda penyambutan Kajari,” beber Dewan Pendiri LSM JEKO yang akrab disapa Bob ini.

Oleh sebab itu, kata Bob, tidak menutup kemungkinan, komunikasi dua arah itu terjalin harmonis dan rancang bangun agenda penyambutan itu pun mendapat restu dari Bupati Bekasi.

“Mungkin, restu itulah yang jadi landasan jajaran eksekutif dibawah komando Sekda mengambil langkah dan inisiatif sehingga rangkaian dan tata cara penyambutan di desain seperti hajatan pernikahan dalam menyambut mempelai,” tutur Bob.

“Coba aja lihat dan perhatikan video penyambutannya. Luar biasa itu arsiteknya. Penari jalan di depan, diikuti Bupati dan Kajari, yang mana dileher mereka berdua melingkar kalungan bungan dan jalannya pun sambil dipayungin” sambung Bob sambil memperlihatkan video tersebut.

Disinggung soal anggaran biaya tersebut, menurutnya yang harus diterjemahkan. Pada waktu itu, kata dia, pihaknya pernah mengatakan ada kegiatan rutin di unit kerja Bagian Umum Setda Pemkab Bekasi.

“Judulnya Penyediaan Makan dan Minum VIP/Hotel senilai Rp980 juta. Dimana dalam uraiannya ada untuk belanja makan dan minum tamu, seperti paket Meeting Fullboar, Fulday, Halfday,” bebernya.

“Tidak menutup kemungkinan, anggaran biaya kenal sambut itu, diambil dari judul kegiatan tersebut. Jadi saya tidak mengatakan acara kenal sambut itu menghabis biaya senilai itu,” ucapnya.

Setelah berita itu jadi pembicaraan publik, kemudian lanjutnya, LSM JEKO melakukan klarifikasi dan hasilnya terlihat “benang merah” bahwa rangkaian dan tata cara penyambutan itu sudah di desain.

“Dimana rancang bangun itu melibatkan beberapa unit kerja, salah satunya Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) yang menyusun acara kegiatan dimaksud,” terangnya.

Bob mengemukakan, kemudian unit kerja itu membuat dan mengirim surat atau nota dinas ke Bagian Umum. “Intinya, untuk mempersiapkan sarana dan prasarana
atau tempat serta makan dan minumnya,” sambung Bob.

Unit unit kerja itu kata dia, hanya menjalankan surat nota dinas yang sudah di disposisi atasan dan pucuk pimpinannya. “Bagian Tapem induknya ke Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (ASDA II) sedangkan Bagian Umum induknya ke Asisten Administrasi Umum (ASDA III) dan muaranya ke Sekretaris Daerah (SEKDA)” ungkap pendiri LSM JEKO.

“Jika rumus yang saya jelaskan digunakan stakeholder, maka jawabannya akan ketemu. Intinya, pucuk pimpinan eksekutif dan legislatif Pemkab Bekasi, tentunya tahu siapa oknum yang menjalin komunikasi dua arah dan yang mendesain acara tersebut,” pungkasnya. (jelly)

Pos terkait