JMPD Lapor ke Presiden, Peka Lapor ke Jamwas

  • Whatsapp

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi ternyata bukan hanya dilaporkan LSM JMPD saja. Tapi juga dilaporkan oleh LSM Peduli Keadilan (Peka) ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung.

Sebelumnya LSM JMPD melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) ke Presiden soal acara kenal sambut. Bahkan JMPD pun melaporkan ke institusi lain.

Muat Lebih

“Selain ke Presiden, kami (JMPD) juga melaporkan ke Kejaksaan Agung, Komisi Kejaksaan, Komisi Ombudsmen RI, Ketua DPR RI, ke Komisi III DPR RI dan juga ke KPK di Jalan Kuningan Persada Jakarta,” jelas Zuli.

Kemarin, LSM Peduli Keadilan (Peka) pun melaporkan kinerja Korps Adhyaksa itu ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung.

Laporan yang dibawa LSM Peka ke Jamwas terkait banyaknya dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang mandek (tidak jalan).

Ketua LSM PEKA, Eri Efendi membeberkan, jika pihaknya dengan beberapa tokoh Desa Sindangsari sudah melaporkan kinerja Kejaksaan ke Jamwas. Laporan yang diserahkan pihaknya ke Jamwas kata dia, karena masyarakat menilai kinerja Kejaksaan  Negeri Kabupaten Bekasi banyak kejanggalan dalam penanganan perkara tipikor.

“Kami sudah laporkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi ke Jamwas Jaksa Agung karena banyak laporan masyarakat terkait dugaan korupsi diabaikan,” katanya, Kamis (21/11) kemarin.

Masyarakat kata Eri, menduga jika pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi sudah bermain mata dengan pihak-pihak yang bermasalah. “Sehingga perkaranya hilang begitu saja,” ucap Eri.

“Masyarakat dan para tokoh Sindangsari sudah diperiksa dan saat ini tidak ada tindak lanjutnya dan masyarakat menduga hal ini sudah masuk angin,” sambung Eri.

Pihaknya berharap agar Kejaksaan Agung bisa memberikan sanksi tegas ketika ada Jaksa yang terbukti berani mempermainkan perkara untuk mencari keutungan.

“Kami berharap jika ada oknum jaksa yang melanggar diberikan sanksi tegas dan masyarakat berharap agar kasus-kasus itu di perjelas supaya publik mengetahui,” harapnya. (sar)

Pos terkait