Gara-gara Kontraktor Tidak Jelas, LSM GMBI Demo DBMSDA Kota Bekasi

  • Whatsapp

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Ratusan anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melakukan aksi demontrasi di depan Kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Kamis (21/11).

Demo tersebut terkait pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan RAB serta adanya kejanggalan dalam proses pelelangan kegiatan pembangunan jalan yang berlokasi di RT 03/RW. 04 Ciketing Udik Kota Bekasi.

Muat Lebih

Pasalnya Pembangunan jalan yang menelan anggaran 3.6 M tersebut juga diduga dikerjakan oleh kontraktor yang tidak jelas alamat kantornya, alias menggunakan alamat palsu.

Hal ini terkuak setelah ditelusuri kelokasi sesuai alamat yang tertera didokumen, kantor Perseroan Terbatas (PT) ternyata tidak ada alias fiktif.

Dalam orasinya GMBI meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMSDA) untuk bersikap tegas terhadap pelaksana nakal yang bekerja tidak sesuai dengan RAB.

Selain itu mereka juga menganggap Kontraktor pelaksana pembangunan jalan tersebut telah melakukan pembohongan dan tidak bisa dimenangkan dalam proses tender.

Tak lama melakukam aksi demo akhirnya 20 perwakilan dari GMBI  diterima oleh pejabat DMSDA untuk melakukan dialog.

Sekretaris DMSDA Solihin didampingi Kabid Bina Marga Widayat Subroto kepada wartawan menjelaskan, pihak DMSDA akan merespon apa yang dipertanyakan dan diminta oleh para pendemo.

“Kita akan dalami apa yang di pertanyakan kawan2 dari GMBI, dan berkordinasi dengan pihak terkait” jelas Solihin.

Dia juga mejelaskan bahwa DMSDA dalam segala kegiatannya selalu berpatokan dengan Standart Operasional Pelaksanaan (SOP) dari mulai pra kegiatan, perencanaan sampai pelaksanaan harus terus diawasi dan dievaluasi.

Terkait soal pekerjaan yang tidak sesuai RAB akan ada pemotongan pembayaran kegiatan. Kepala Bidang Bina Marga Widayat Subroto menjelaskan selain dari internal, mereka juga bekerja sama dengan inspektorat untuk melakukan penghitungan sesuai dengan hasil pekerjaan.

“Kita DMSDA sebagai pemilik uang akan membayar sesuai dengan yang real dilapangan dan ini tidak bisa main2, sebab inspektorat juga ikut serta meng audit,” tegas Broto.

Untuk kedepan DMSDA Solihin mengatakan akan terus memperbaiki kinerja, mengevaluasi serta meningkatkan pengawasan terhadap semua kegiatan agar menghasilkan kualitas yang baik. (Jelly)

Pos terkait