OPINI: Sedikit Membedah Kerangka APBD Kabupaten Bekasi T.A 2020 Menuju APBD T.A 2021

  • Whatsapp

Oleh : Budiyanto, Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi

 

Muat Lebih

KUA PPAS RAPBD Kabupaten Bekasi tahun 2020 telah disepakati Anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Masyarakat dan termasuk anggota DPRD yang baru tidak bisa akses maksimal untuk advokasi usulan dan aspirasi masyarakat karena proses pengusulan secara sistematis telah selesai.

Rencana Belanja APBD Kabupaten Bekasi 2020 sebesar Rp. 6.354 Milyar dengan Sumber Pendapatan Pajak Daerah 1.994 Milyar, Retribusi Daerah sekitar 500 Milyar dengan Total PAD Kabupaten Bekasi 2.446 Milyar. Adapun sisa pendapat lainnya dari Bantuan Keuangan Pemerintahan Pusat. Dari 6.354 Milyar, lebih dari 3.200 Milyar untuk Kegiatan Pembangunan selebihnya untuk gaji, operasional Aparatur Sipil Negara atau PNS dan lain sebagainya.

Saya memprediksi secara historis, kemungkinan besar APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2021 bisa mencapai sekitar 6.700-6.800 Milyar.

Untuk pengayaan imajinasi dan pemikiran program usulan kegiatan pembangunan 2021 sebaiknya jangan hanya terfokus terhadap pembangunan infrastruktur tapi juga bisa mengusulkan program lainnya yang lebih kreative, inovative dan merata disemua dinas dan semua wilayah Kabupaten Bekasi.

Di Kabupaten Bekasi ada 30 SKPD atau Dinas Teknis yang mengurusi berbagai program kegiatan yang berbeda, bisa dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memasukan dan menyelengaarakan program pemerintah sesuai usulan dan kebutuhan masyarakat.

Urusan Utama Masyarakat diantaranya adalah Pendidikan, Kesehatan, Peningkatan Kesejahteraan/Ekonomi, Infrastruktur, Pertanian, Perikanan dll.

Silahkan Baca dan Pelajari Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi berdasarkan Lembaran Daerah Perda Kabupaten Bekasi No. 6 Tahun 2016, ada 25 Dinas dan 5 Badan setingkat Dinas, Kecamatan dan juga Desa, melalui instrumen organisasi inilah Kita semua sebagai warga bisa mengusulkan Program Kegiatan Pembangunan di Tahun Anggaran 2021.

Program kegiatan bukan hanya infrastruktur, bangun kreativitas program lainnya ke semua dinas yang ada sehingga tidak menumpuk di salah satu dinas dan akhirnya penyebaran program usulan tidak berimbang dan tidak semua masyarakat mendapatkan akses manfaat APBD. Dan disisi lain berdampak terhadap kemampuan serapan yang rendah mengakibatkan Sisa Anggaran Pembangunan sangat besar mencapai 1.000 Milyar karena tidak terurus dan tidak terserap.

Untuk itu, kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, segera berbondong-bondong curahkan ide pemikiran dan program kegiatan pembangunan untuk RAPBD 2021 yang sudah dimulai dengan Pelaksanaan Musyawarah Dusun, dan sedang mulai pelaksanaan Musrenbang Desa dan hasil Musrenbang Desa akan segera masuk kedalam Sistem Informasi Penganggaran Daerah *SIPDAH* Kabupaten Bekasi yang akan dilaksanakan pemasukan data “entri” tanggal 2-13 Desember 2019. Kalau kita sebagai masyarakat lambat dan tidak terlibat maka akan tertinggal kembali, walaupun masih ada peluang memasukan usulan saat pelaksanaan Musrenbang Kecamatan tapi akan lebih sulit mengakses karena secara sistem Musrenbang Desa adalah basis awal informasi yang bisa masuk dalam sistem SIPDAH.

Bangun komunikasi yang baik dengan sturktur pemerintahan desa mulai dari RT/RW/Dusun/BPD dan juga Kepala Desa dimana pun kita berada.

Kemajuan Bekasi adalah Kebersamaan kita menyusun Perencanaan yang Berkualitas dan Merata. (*)

 

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca koransidak.co.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Pos terkait