Lestarikan Budaya, Desa Arjasari Gelar Unjungan

  • Whatsapp

KORANSIDAK.CO.ID, Indramayu – Unjungan atau Munjung adalah sebuah tradisi warisan leluhur yang patut dilestarikan. Munjung memiliki makna pilosofis yang sangat dalam. Keberadaannnya kini kian terkikis oleh semakin majunya jaman.

Acara Unjungan digelar dihalaman pemakaman umum “Buyut Arja”, Desa Arjasari Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu yang dihadiri Camat Patrol, Teguh Kuwu Arjasari, Jamaludin, tokoh masyarakat tokoh agama, sesepuh Desa Arjasari dan warga.

Muat Lebih

Masyarakat yang mengadiri acara Unjungan datang dengan membawa aneka makanan dari makanan ringan khas daerah juga tumpeng serta yang lainnya.

Kuwu Desa Arjasari Jamaludin menjelaskan, tradis “Munjung” yang diwariskan oleh para leluhur mengandung makna yang sangat dalam. Selain untuk mengenang para leluhur, juga didalamnya disajikan acara silaturahmi antar warga.

“Saling berbagi sedekah, serta sarat dengan doa-doa selain untuk para arwah juga doa-doa untuk keselamatan, dijauhkan dari mara bahaya, serta acara yang dilaksanakan menjelang musim tanam ini bertujuan agar tanaman padi yang ditanam diharapkan mendapatkan hasil yang melimpah,” katanya.

Jamaludin, menyampaikan, tradisi Munjung adalah tradisi dan adat istiadat sebagai kearifan budaya lokal yang patut dilestarikan. Jamaludin pun berharap warga yang hadir dapat mengambil hikmah dari essensi tradisi Munjung tersebut.

“Selain menjaga hubungan silaturahmi, serta masih kokohnya suasana gotong royong antar warga wajib dipertahankan. Selain itu masyarakat harus mampu mencontoh apa yang diamantkan dan suri tauladan para leluhur, serta mampu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita para leluhur yang belum terlaksana,” ujarnya berharap.

Menurutnya, salah satu cita-cita para leluhur kepada para pemimpin diantaranya agar senantiasa memperhatikan kebutuhan masyarakat yang mayoritas sebagai petani, seperti kebutuhan pengairan sawah dengan membangun saluran irigasi, sarana pertanian, serta arahan-arahan agar tanaman bisa mengasilkan yang lebih baik lagi.

Panitia “Unjungan” Buyut Arja Sarniwan, dalam sambutannya menyampaikan rasa gembiranya dapat hadir ditengah-tangah masyarakat Desa Arjasari.

“Acara Munjung patut dilestarikan sebagi aplikasi dari rasa syukur kepada Allah SWT serta menyampaikan doa-doa bagi para arwah leluhur juga doa-doa agar musim tanam nanti dapat menghasilkan panen yang melimpah,” ucap Sarniwan.

Acara “Unjungan” kemudian dilanjutkan dengan pagelaran “Wayang Kulit” Karya Utama dengan Dalang Anom Arsono dari Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. (alen/nang)

Pos terkait