ARB Demo Tuntut Janji Politik, Dewan Kali Malang Lagi Reses

  • Whatsapp
Latif Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) Demo di Depan Gedung DPRD Kota Bekasi

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Rencana aksi yang akan dilakukan Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) pada 05 November kemarin bukan gertak sambel. Meskipun rencana aksi tertunda dan baru dilakukan pada 11 November kemarin. Peserta aksi menuntut janji politik anggota dewan.

Mirisnya para pendemo tidak bertemu dengan Ketua DPRD Kota Bekasi, dikarenakan semua anggota dewan sedang reses.

Muat Lebih

“Kami datang dengan melakukan orasi. Aksi kali ini meminta kepada Ketua DPRD Kota Bekasi yang notabene adalah salah satu kader dari partai yang telah berjanji kepada rakyat, terkait pembebeasan pajak kendaraan bermotor, pemberlakuan SIM Seumur Hidup dan Pembebasan pajak penghasilan dibawah Rp 8 juta,” kata Ketua Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) Latif.

 

“Selaku masyarakat muslim kami juga memiliki kewajiban mengingatkan kepada sesama akan pentingnya memenuhi sebuah janji sesuai dengan aqidah kami, apalagi yang berjanji ini jelas-jelas partai yang sangat identik dengan islamiahnya.Jadi seharusnya mereka tau akan hal tersebut,” lanjutnya.

Lebih lanjutnya ia mengatakan jika memang terbukti ketua DPRD Kota Bekasi tidak berani melakukan hal itu, maka kata Latif, satu-satunya jalan adalah meminta ketua DPRD Kota Bekasi mundur dari jabatannya.

“Kami akan memaksa ketua DPRD Kota Bekasi yang terhormat selaku salah satu perwakilan partai pengumbar janji untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi,” tegasnya.

Karena menurut Latif, pihaknya tidak ingin memiliki perwakilan yang suka menebar janji. Apalagi kata dia, semua fasilitas anggota dewan semua bersumber dari pajak rakyat.

“Janji dijadikan modal meraup suara. Sekali lagi kami tegaskan bahwa gedung mewah, jas, sepatu hingga gajinya berasal dari kami, rakyat Kota Bekasi, jadi kami tidak sudi pajak yang kami berikan diperuntukkan kepada pejabat yang mengaku wakil rakyat,” cetus Latif.

ARB pun berencana akan menemui Ketua DPRD Kota Bekasi dengan jumlah massa lebih banyak lagi.

“Dan kami meminta agar saudara Choiruman mundur dari kursi jabatannya selaku ketua DPRD Kota Bekasi yang dianggap bukan bagian dari rakyat Bekasi,” pungkasnya. (jelly)

Pos terkait