Duh, Alat Berat “Polder Air” Ngerjain Lahan Milik Warga

  • Whatsapp

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) DPC Kota Bekasi, Rian menduga jika pekerja proyek “Polder Air” melakukan pekerjaan diluar proyek.

Menurut dia, dilokasi proyek itu ada lahan seluas kurang lebih 3000 meter persegi milik warga yang lokasinya berdekatan dengan proyek folder air.

Muat Lebih

Menurut informasi yang didapat, awalnya pemilik lahan menyewakan lahan miliknya itu untuk pengepul barang bekas. Namun saat ini, lahan itu sudah tidak disewakan.

Pemilik pun meminta agar pengusaha barang bekas segera membongkar bangunan, karena berdekatan dengan proyek polder air. Lahan itu dipenuhi tumpukan sampah.

Namun selang beberapa hari, terlihat dilokasi ada alat berat yang diduga dari proyek polder air merapihkan tanah milik warga yang bertumpuk sampah.

Sampah di dorong dengan alat berat dan campur sehingga menjadi rata dengan tanah dan tidak tampak lagi sampah yang tertumpuk.

Rian, Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) DPC Kota Bekasi menyatakan, harusnya alat berat untuk proyek polder jangan digunakan untuk kegiatan pekerjaan di luar proyek apalagi untuk pekerjaan merapihkan tanah milik warga.

“Padahal sudah ada pekerjaan yang cukup besar membangun polder air, seharusnya biarkan orang lain yang mengerjakan untuk perapihan tanah warga,” kata Riyan.

Dia menjelaskan, lahan milik warga itu berada di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

“Nanti akan jadi pertanyaan, kenapa polder air ada tumpukan sampah yang menjadi rata dengan tanah padahal yang dikerjakan itu lahan milik warga bukan proyek polder air,” sambungnya. (uci)

Baca Juga:  Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Polsek Babelan Gelar Apel Pasukan

Pos terkait