Kegiatan Dikritik, Jawaban Konsultan Tidak Objektif

  • Whatsapp
Ilustrasi

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Merasa tidak senang diberitakan, Yosep selaku konsultan yang mengawasi kegiatan di Perumahan Griya Asri II Jln. Yuditira Rt05/23, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, melontarkan bahasa tidak menyenangkan melalu pesan whatsapp kepada wartawan media online jum’at, (1/11).

Hal itu dialami Deni seorang wartawan online yang memberitakan terkait kegiatan Yosep. Ketika beritanya dishare malah mendapat jawaban yang tidak menyenangkan melalui pesan whatsapp. Yosep membalas dengan bahasa seolah olah berita tersebut memojokkanya.

Muat Lebih

“Itu berita, enggak ada berita yang lain emang. Seperti kegiatan punya Aan yang dibiarin begitu, terus apa abang tutup mata, masa tidak ada temuan. Trus punya Idin sama tidak ada juga ya. Kalau bisa jangan dibeda – bedain bang, jangan karena sih pelaksana ada dilokasi dan merapat diam saja, saya sudah paham,” papar Deni menerangkan bahasa balasan dari Yosep.

Deni menganggap balasan Yosep kurang pantas dan tidak menyenangkan seharusnya dijawab objektif saja terkait beritanya.

“Kalau memang konsultan tidak senang dikeritik atau diberitakan, lebih baik tidak usah diberi tugas untuk mengawasi, mereka kan sudah dikontrak. Jawaban konsultan harus objektif Perlu diketahui untuk biaya jasa Konsultan saja itu di bebankan kepada uang rakyat melalui APBD TA 2019, tapi kinerja konsultan tidak maksimal,” jelasnya.

Adanya lontaran Yosep yang tidak baik  terhadap wartawan, telah bertentangan dengan Undang-undang pokok Pers yang telah diatur pada Undang-undang no 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers.

Pada UU Pers no 40 tahun 1999 dijelaskan, wartawan dilindungi undang-undang, barang siapa sengaja menghalangi kinerja wartawan akan di kenakan sanksi pidana maksimal 2 tahun penjara denda 500 juta rupiah.

Deni juga meminta kepada Kepala Konsultan, agar tegas dan lebih selektif kepada bawahannya untuk bisa menjaga Etika dan lebih profesional saat melaksanakan tugas dilapangan. (smn)

Pos terkait