Konektivitas Antar Pulau, Dirjen Hubdat Resmikan Empat Pelabuhan Penyeberangan di Sulteng

  • Whatsapp
Dirjen Hubdat saat menandatangani empat pelabuhan penyeberangan di Sulteng
Dirjen Hubdat saat menandatangani empat pelabuhan penyeberangan di Sulteng

KORANSIDAK.CO.ID, Sulteng – Dengan adanya Pelabuhan Penyeberangan ini diharapkan dapat menciptakan konektivitas antara pulau, sehingga tercipta penyelenggaraan transportasi yang handal dan terintegrasi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi saat meresmikan empat Pelabuhan Penyeberangan, di Pelabuhan Penyeberangan Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (26/10).

Muat Lebih

Empat Pelabuhan Penyeberangan itu adalah Raha – Pure di Kabupaten Muna dan Bombana – Tanjung Pising di Kabupaten Bombana. Dirjen Budi melanjutkan, “Sejalan dengan kami membangun prasarana ini, dan nanti kami juga siapkan kapal penyeberangan di beberapa tempat, kami sangat berharap bahwa, aspek keselamatan di penyeberangan saya mohon untuk ditingkatkan.”

Menurutnya, harus ada life jacket dalam setiap kapal, sejumlah penumpang yang naik.

Dirjen Budi berharap, kehadiran pelabuhan penyeberangan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Muna dan Kabupaten Bombana.

“Saya mengingatkan dan meminta kepada seluruh jajaran aparatur Perhubungan di daerah, agar terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi khususnya angkutan penyeberangan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bertransportasi harus terus menjadi perhatian, karena kita harus mampu mengajak masyarakat untuk menciptakan budaya bertransportasi yang aman dan nyaman,” kata Dirjen Budi.

Dirinya juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Muna dan Bombana sebagai pengelola Pelabuhan Penyeberangan agar memperhatikan kondisi fasilitas pelabuhan dari sisi kebersihan, ketertiban dan keamanan bagi pengguna jasa angkutan penyeberangan serta melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas pelabuhan dengan rutin.

Ke empat Pelabuhan Penyeberangan tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan dana yang bersumber dari APBN dan telah diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah.

Adapun beberapa informasi dari pelabuhan penyeberangan yang diresmikan pengoperasiannya adalah:

1. Pelabuhan Penyeberangan Raha dibangun dengan biaya APBN selama  3 (tiga) tahun anggaran yaitu TA. 2016 sampai dengan TA. 2018 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp. 69.876.096.000,-.

2. Pelabuhan Penyeberangan Pure dibangun dengan biaya APBN selama 4 (empat) tahun anggaran yaitu TA. 2015 sampai dengan TA. 2018 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp. 72.790.143.000,-.

3. Pelabuhan Penyeberangan Bombana dibangun dengan biaya APBN selama 3 (tiga) tahun anggaran yaitu TA. 2015 sampai dengan TA. 2017 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp. 70.032.952.502.

4. Pelabuhan Penyeberangan Tj Pising dibangun dengan biaya APBN selama 3 (tiga) tahun anggaran yaitu TA. 2015 sampai dengan TA. 2017 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp. 80.680.127.000,-.

Dalam peresmian tersebut hadir Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba, anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara, Benny Nurdin, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(**)

Sumber: Bagian Hukum dan Humas
Ditjen Perhubungan Darat

Pos terkait