2019, DPRD Kab. Bekasi Targetkan Perda Atur Jam Operasional Truk Rampung

  • Whatsapp
Anggota Komisi III DPRD Kab. Bekasi, H. Danto
Anggota Komisi III DPRD Kab. Bekasi, H. Danto

KORANSIDAK.CO.ID, Bekasi – Lantaran banyaknya aduan dan desakan dari masyarakat yang resah akibat dampak buruk serta tidak diaturnya jam operasional truk besar, pada 2019 ini, DPRD Kabupaten Bekasi mengaku tengah membuat Perda tentang Pengaturan Jam operasi truk-truk besar yang sering menimbulkan kecelakaan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, H. Danto mengatakan, hak mengajukan rancangan peraturan daerah yang disebut hak inisiatif adalah hak yang dimiliki oleh DPRD untuk mengajukan rancangan Perda dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).

Muat Lebih

“Perda inisiatif terkait pengaturan jam operasional truk besar, sudah ada bahasan. Karena sudah urgent, makanya harus dilakukan,” ujar Danto kepada awak media, Minggu (27/10).

Nantinya, kata anggota DPRD asal Partai Demokrat ini, Perda itu akan mengatur tentang jam operasional, kapasitas dan sebagainya. Dengan demikian, lanjutnya, semua produk Perda inisiatif dewan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membantu melindungi masyarakat.

“Aturan-aturanya seperti dilarang masuk dari jam sekian sampai jam sekian dan mengatur kapasitas beban kendaraan juga,” ungkapnya.

Anggota dewan dua periode ini menambahkan, langkah penyusunan Perda sudah berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk pelaksanaan rapat penyusunan Raperda dengan Komisi sesuai jadwal yang telah ditetapkan berdasarkan urgensi.

“Kita targetkan tahun 2019 ini Perda Inisiatif tersebut sudah selesai,” paparnya.

Danto berharap, dengan adanya Perda itu bukan hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat. karena saat ini resahnya lalu lalang truk besar di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Sudah membuat rusak juga infrastrukur.

Dia mencontohkan, di Kecamatan Babelan dan Kecamatan Cikarang Pusat, yang kerap memakan korban jiwa akibat kecelakan yang disebabkan truk besar tersebut.

“Jangan sampai masyarakat yang merugi, sudah dibuat resah dengan banyaknya kecelakaan. Bahkan, hal itu juga bisa mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tukasnya. (SF)

Pos terkait