Sebagai upaya menekan penularan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19, pemerintah memberlakukan peraturan tegas protokol kesehatan yang disebut 3M. Protokol kesehatan yang dimaksud ialah gaya hidup baru yang memaksa orang agar selalu mengenakan masker, rutin mencuci tangan, dan selalu mengupayakan menjaga jarak aman.

Kendati demikian, protokol kesehatan yang ditegaskan nampaknya masih kurang efektif untuk menekan lonjakan penularan virus Corona. Baik itu disebabkan karena banyak yang mengabaikan protolol, tidak mengenakannya secara maksimal, atau memang ketidakefektifan protokol.

Menilik jumlah pasien positif Corona yang masih tinggi, maka langkah yang masih dinantikan ialah pemberian vaksin Corona. Sejauh ini, Kemenkes RI telah menetapkan enam kandidat vaksin Corona yang bakal digunakan di Indonesia. Satu di antara enam vaksin yang dimaksud ialah vaksin Moderna yang dibuat oleh perusahaan Biotech, Amerika Serikat.

Hasil Pengujian Vaksin Moderna

Sebelum vaksin benar-benar digunakan dengan skala besar, vaksin Moderna perlu melalui proses dan tahapan yang cukup panjang. Pada setiap tahapan pengujian, vaksin akan dilihat apakah efektif melawan virus, serta melihat dari aspek keamanannya.

Kabar terakhir menyebutkan, bahwa vaksin Moderna menunjukkan hasil yang positif, baik dari segi efektifitas maupun keamanan. Menurut laporan dari para pakar dan peneliti di NIAID, vaksin Moderna dinilai ampuh melawan virus Corona dengan prosentase 94.5%.

Vaksin Moderna yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia, secara aktif menghasilkan protein spike, hal mana unsur inilah yang akan memicu bangkitnya antibody. Setelah antibody terbentuk, kelak jika tubuh terserang virus Corona sungguhan, maka tubuh akan meresponnya dengan memproduksi antibody yang lebih banyak untuk melawan virus Corona tersebut.

Berapa Lama Tubuh Kebal Terhadap Virus?

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti NIAID, peserta uji coba vaksin Moderna masih memiliki antibody setelah 119 vaksinasi pertama dilakukan. Sedangkan, menurut laporan dari SILF Science, para peneliti belum berani menyimpulkan secara final berapa lama antibody akan bertahan melawan virus Corona. Dengan demikian, masih butuh banyak pengembangan dan penelitian lebih lanjut sebelum vaksin Moderna dikomesilkan.

Akan tetapi, sebagai bentuk antisipasi, baik sebelum memperoleh vaksin maupun sesudah vaksinasi dilakukan, setiap orang dianjurkan untuk selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Tubuh yang prima mampu menekan resiko atau efeknya menjadi tidak parah. Sebaliknya, apabila kondisi tubuh sedang drop, penularan virus Corona menjadi sangat berbahaya.

Dengan dalih itulah, mengkonsumsi makanan tinggi nutrisi, menerapkan gaya hidup sehat dan produktif sangat ditekankan. Perbanyak makan sayur dan buah, plus diimbangi dengan olahraga secukupnya. Jika perlu, setiap orang perlu mengkonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga imunitas tubuh.

Jika kita masih bingung terkait hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mengatasi penularan virus dan membentengi diri, kita bisa mengakses platform kesehatan digital Halodoc.com. Di sana, kita bisa mendapatkan artikel kesehatan secara rinci, kredibel, dan terpercaya untuk menjawab semua kebingungan kita.

Bahkan jika artikel yang ada kita masih belum menemukan solusi, kita bisa menjalin interaksi langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter di Halodoc. Di fitur chat tersebut, kita bisa mencurahkan semua yang ingin dicarikan solusi terbaiknya. Yang bikin betah, dokter yang akan menjawab pertanyaan kita dengan sangat ramah, care, dan lengkap.

Jadi, tidak ada alasan bagi kita ketinggalan informasi terbaru seputar kesehatan ya! Halodoc selalu bisa diandalkan untuk memperkaya wawasan kesehatan kita.