Kebiasaan, Proyek Bidang Pengairan DPUPR Kab Bekasi Tanpa Papan Proyek

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: Hamdan Bhulle

 

Seorang pekerja proyek terlihat sedang menggali saluran air di Jalan Raya Perjuangan Kebalen, Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan.

KORANSIDAK.CO.ID – Proyek pembuatan saluran air dengan sistem u-dith di Jalan Raya Perjuangan Kebalen, Babelan persis di depan kantor Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan dinilai tidak transparan.

Pasalnya, di lokasi proyek anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2019 tersebut tidak terpasang papan proyek atau rencana anggaran biaya (RAB) yang wajib dipasang oleh pihak rekanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bekasi.

Hal itu, membuat masyarakat sekitar tidak bisa mengetahui volume pekerjaan, siapa pelaksana proyek tersebut, waktu pelaksanaan, batas pelaksanaan maupun biaya APBD 2019 yang dikeluarkan atas proyek tersebut.

Bahkan di lokasi proyek tidak ditemukan pihak pelaksana dan mandor. Juga tidak ditemukan pengawas dari DPUPR Kabupaten Bekasi maupun konsultan pengawas. Yang ditemui hanya sejumlah pekerja yang sedang menggali tanah di lokasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Bekasi Corruption Watch (BCW) Rocmatillah, SH sangat menyayangkan tidak adanya papan proyek atau papan RAB di lokasi proyek pembuatan saluran air tersebut.

“Ya, memang tidak kita temukan papan proyek di lokasi itu. Kalau tidak ada papan proyek bisa dinilai tidak transparan,” tandasnya.

Jika tidak ada papan proyek, lanjut dia, masyarakat tidak bisa mengetahui apalagi mengawasi anggaran maupun spesifikasi pekerjaan proyek pemerintah tersebut.

“Pemkab Bekasi dalam hal ini DPUPR harus menegur pihak rekanan agar segera memasang papan proyek tersebut supaya masyarakat luas dapat mengawasi pekerjaan tersebut. Ini zamannya transparan, Bung,” tegasnya.

Sementara itu, Paryono staf Kelurahan Kebalen kepada KORANSIDAK.CO.ID mengatakan, sepengetahuan dirinya, pembuatan saluran air tersebut dianggarkan dengan pagu sebesar Rp 200 juta dengan lebar 60 sentimeter.

Anehnya, ketika disinggung berapa panjang pembuatan saluran air tersebut, Paryono mengaku tidak tahu.

“Kalau pagunya saya tahu Rp 200 juta dan lebar 60 sentimeter. Kalau panjangnya saya tidak tahu,” kilah Paryono yang mengaku dirinya ada saat pihak pelaksana melakukan pengkuran jalan. (*)