Lahan Kuburan Muncul SPPT, Warga Sampiran Bingung

 

Reporter: M. Nurudin/Bambang

 

\"\"

KORANSIDAK.CO.ID – Isa, warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon mempertanyakan pencatutan nama dirinya di dalam SPPT, padahal dirinya tidak pernah membuat permohonan untuk mengajukan SPPT tanah kuburan Telarjinaka yang berada di Blok Jemblongan, Dusun Sampiran, RT 01 RW 07, Desa Sampiran.

\”Saya tidak pernah mengajukan apapun terkait munculnya SPPT dengan mencatat nama saya. Justru saya merasa menjadi korban atas masalah ini, termasuk pohon-pohon yang ditanam almarhum ayah saya justru ditebangin semua, ini ulah siapa, ini harus segera dicari dan jika saya tahu, saya akan menuntut ganti rugi,\” terang Isa, putri dari almarhum Nadi alias Bondan yang mengurus lahan kuburan tersebut puluhan tahun, Kamis (20/6).

Sementara itu, Kuwu Sampiran Maman Suparman, saat dikonfirmasi juga mengaku terkejut dengan adanya penebangan pohon di lahan kuburan.

Semestinya para perangkat desa yang mengetahui untuk segera melapor kepada RT/RW sebelum kepihak dirinya selaku Kuwu Sampiran.

\”Kalau prosedur ini ditempuh tentu kami pihak desa bisa langsung melakukan pencegahan dari adanya penebangan pohon maupun pengukuran tanah kuburan. Jadi saya sangat menyayangkan karena masalah tersebut sudah ramai terlebih dahulu yang akhirnya imbasnya kepada saya (kepala desa). Saya menduga sepertinya ada yang sengaja menjerumuskan saya,\” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Camat Talun, Tarsidi. Dirinya mengaku tidak merasa menerima terkait permohonan pembuatan SPPT dari pihak yang mengajukan SPPT dari lahan kuburan tersebut.

Karena kata dia, SPPT ini sudah muncul, ini bisa diduga adanya oknum tertentu dan harus segera dicari siapa oknum tersebut. (*)