Pemukulan Nasabah, Ormas Gibas Geruduk Leasing PT. Andalan

Reporter: Ricky Jelly

 

\"\"

KORANSIDAK.CO.ID – Ratusan orang yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Senin (17/6) mendatangi Kantor Leasing Andalan, bertempat di Ruko Emerald, Summarecon Bekasi.

Kedatangan Ormas GIBAS ke kantor Andalan, lantaran salah satu nasabah PT. Andalan telah di tagih debt collector di jalan raya. Saat pengambilan, terjadi cecok dan pemukulan terhadap nasabah yang mengakibatkan luka di bagian wajah.

Nasabah yang dipukuli oleh debt collector merupakan salah satu dari anggota Ormas GIBAS.

Tak tinggal diam, Ormas GIBAS mengkerahkan anggotanya ke PT. Andalan menuntut perbuatan debt collector yang arogansi dan bersikap kasar, terhadap nasabah.

Wakil Ketua Resort Gibas Kota Bekasi, mengatakan, ratusan anggota yang di kerahkan dari Sektor dan Sub Sektor Ormas Gibas untuk turun ke PT. Andalan untuk meminta pertanggung jawaban, karena anggota Gibas terkena pukulan oleh pihak dari leasing PT Andalan.

\”Kami turun kejalan dalam rangka memberikan dukungan kepada anak dari Ibu Ririn terkait arogansi dan sikap kasar dari leasing PT. Andalan, dan sudah tidak sewajarnya penagihan dijalanan tidak ada prosedurnya, dan kami hitamkan PT. Andalan dan tunjukan jiwa corsa bahwa sakit satu sakit semua tanpa kecuali,” Ungkap Wakil Ketua 1 Jumadi.

Menurut Waka Jum, sapaan akrabnya, Gibas adalah Gibas yang terlahir dari rasa persaudaraan dan cinta damai, bila salah satu anggota terluka maka semua akan terluka.

Tak hanya itu ia pun mengatakan Kapolri Jendral Tito Karnavian, memerintahkan kepada semua jajaran Polres dan Polsek di Indonesia untuk menangkap preman dan debt collector, jika aksinya sudah meresahkan masyarakat.

Sementara Panglima Ormas Gibas Resort Kota Bekasi, Andreas menambahkan, kami akan memberikan waktu sampai hari rabu, bila tidak ada jawaban dari pihak PT. Andalan, maka kami akan menggeruduk massa lebih banyak dan akan menuntut untuk tutup.

\”Kami beri waktu hari rabu, sampai tidak ada jawaban, kami akan menutup paksa PT. Andalan, dan akan menturunkan masa lebih banyak lagi,\” ucap Andreas. (*)