Mudik Lebaran, Ini Pesan Kapolres Kota Tangerang

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: Dony Prestanto

 

KORANSIDAK.CO.ID – Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengimbau warga Kabupaten Tangerang yang akan mudik tidak menggunakan moda transportasi roda dua atau sepeda motor.

“Menggunakan kendaraan roda dua apalagi untuk perjalanan jauh memiliki banyak risiko keamanan dan keselamatan terlebih untuk anak kecil,” ucap Sabilul di Tigaraksa, Kamis (30/5).

Dia mengatakan, warga bila mudik dengan motor sangat berbahaya bagi anak-anak. Sebab, kata Sabilul, daya tahan tubuh anak-anak tentu berbeda dengan orang dewasa dalam berkendaraan saat mudik.

Menggunakan sepeda motor, tubuh pengendara dan yang membonceng sangat rentan sakit selama berkendaraan. Situasi ini, menurut Kapolreta Kota Tanggerang, dipastikan akan terkena embusan angin.

Diperkuat dengan sulitnya memprediksi cuaca panas terik dan kerap disusul dengan turunnya hujan deras yang bisa saja datang. Oleh sebab itu Kepolisian mengingatkan warga yang akan mudik dengan kendaraan roda dua untuk memikirkan lagi.

“Jadi yang mau mudik ke daerah yang jauh, kami imbau tidak menggunakan motor,” ujar Sabilul.

Sabilul mengingatkan agar para pemudik untuk memanfaatkan pos-pos pelayanan. Diberbagai tempat, banyak pemerintah daerah menyediakan tempat beristirahat dan pos mudik.

Kapolresta Kota Tanggerang itu mengingatkan saat tubuh terasa lelah atau mengantuk, sangat disarankan agar pemudik beristirahat.

Agar tidak tercipta sesuatu yang tidak diinginkan saat mudik, warga yang mudik dengan menggunakan kendaraan diharapkan dapat memanfaatkan tempat/ pos pelayanan yang ada.

“Jangan dipaksakan bila lelah atau mengantuk. Bisa berakibat fatal, utamakan keselamatan,” ucapnya.

Polresta Kota Tangerang juga menyediakan sembilan pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik. Dua di dalam area jalan tol dan juga tiga pos di jalur mudik yang bisa dimanfaatkan para pengguna kendaraan.

Sementara itu dua pos pelayanan berada di pusat perbelanjaan, dan dua pos pelayanan di objek wisata atau pusat keramaian.

Sabilul mengatakan, selain mengedepankan aspek pengamanan, operasi juga berfokus pada pelayanan bagi masyarakat terutama bagi pemudik. Semua pihak yang terlibat pada kegiatan mudik 2019, dilibatkan secara optimal dalam kegiatan arus mudik.

Pos pelayanan yang disiapkan dibeberapa sudut Kota Tanggerang diharapkan dapat membantu dan dimanfaatkan para pemudik. Salah satu contoh didirikannya dua pos pelayanan di rest area KM 43 dan di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Intinya kita fokus pada segala bentuk potensi gangguan sebelum, pada saat, dan pasca Hari Raya Idul Fitri,” kata Sabilul. (*)