Trans Tangerang Tinggi Peminat, Dishub Tunggu Perusahaan Rekanan yang Jadi Operator

Bagikan Berita Ini
Reporter: Dony Prestanto

 

KORANSIDAK.CO.ID – Trans Tangerang dengan rute Harkit-Terminal Bayangan Cibodas-Pasar Malabar-Plaza Sinta-Poris Plawad ternyata cukup tinggi peminatnya.

Selain ruang penumpang cukup lega, suasana dan kenyamanan ditawarkan Bis Program pemerintah Kota Tangerang untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jasa transportasi.

Sejak diluncurkan akhir tahun 2016, Trans Tangerang cukup berjasa bagi warga Tanggerang yang mobilitasnya cukup tinggi.

“Selain melayani rute Poris-Terminal Bayangan Cibodas, Trans Tanggerang juga melayani rute Poris-Jatake (Jati Uwung),” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Saefullah Rohman saat dihubungi via telepon selulernya, Sabtu (11/5).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, kata Saefullah, menyediakan anggaran Rp 12 miliar untuk operasional bus Trans Kota Tangerang tiap tahun anggaran.

Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang dan digunakan untuk operasional bus selama setahun.

Saat ini Dishub Kota Tangerang masih menunggu perusahaan rekanan yang akan ditunjuk menjadi operator bus Trans Tanggerang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pemerintah Kota Tangerang, dana sebesar Rp 12,2 miliar ini dialokasikan untuk operasional dua koridor bus, yaitu koridor I jurusan Poris Plawad-Jatiuwung dan koridor II jurusan Terminal Poris Plawad-Cibodas. Masing-masing dialokasikan sebesar Rp 6,1 miliar.

Seperti tahun sebelumnya, proses penunjukan operator bus dilakukan melalui lelang proyek APBD tahun anggaran.

Dishub Kota Tangerang menargetkan pemenang lelang sudah dapat menententukan kegiatan operasional dari penetapan lelangnya tanggal 8 Januari 2019. Selama proses lelang berjalan, untuk sementara bus Trans Kota Tangerang berhenti beroperasi.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah penumpang koridor II jurusan Terminal Poris Plawad-Cibodas pada Juni tahun lalu mencapai 5.555 orang. Penumpang bulan Juli meningkat menjadi 11.053 penumpang dan Agustus 2018 kembali naik menjadi 13.980 orang.

“Koridor II dioperasikan pada tahun 2016, animo masyarakat untuk menggunakan transportasi massal di koridor ini pada tahun 2019 cukup tinggi dan terus naik,” ujar Saefullah menjelaskan perkembangan kegiatan. (*)