Pengaspalan Jalan Gak Ada Pengawas, Rekanan Diduga Curi Ketebalan

Bagikan Berita Ini

Reporter: Hamdan Bhulle

 

KORANSIDAK.CO.ID – Proyek pengaspalan jalan di depan Kantor Camat Cibitung, Kabupaten Bekasi diduga lemah pengawasan. Hal itu diduga karena tak satu pun dari pelaksana, konsultan dan pengawas yang bisa ditemui di lokasi untuk dikonfirmasi.

Proyek pengaspalan sepanjang 200 meter dengan ketebalan 5 sentimeter itu dipastikan anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi 2019, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bekasi.

Karena tidak ada pengawas, alhasil pengaspalan yang dilakukan pihak rekanan diduga ketebalan hanya 3 sentimeter. Selain itu, tidak ditemukan papan informasi proyek di sekitar lokasi pengaspalan.

Topan, Kepala Kuli yang melaksanakan proyek tersebut mengatakan, sebenarnya pelaksana ada, tapi entah ke mana, dirinya tidak mengetahui lagi. Topan pun mengakui, tidak ada pengawas dan konsultan.

“Enggak tahu ke mana, sejak tadi enggak ada,” terang Topan di lokasi, Rabu (8/5).

Sekretaris Bekasi Corruption Watch (BCW) Rochmatillah mengaku sangat menyayangkan tidak adanya pelaksana, pengawas dan konsultan di lokasi pengaspalan tersebut.

“Ini kan proyek pengaspalan untuk masyarakat yang memakai APBD, bukan untuk pribadi, sehingga harus benar-benar dilakukan dan diawasi dengan sebaik-baiknya,” tandas Richmatillah.

Dia menambahkan, saat melakukan pengerasan aspal, seharusnya memakai wales yang berbobot di atas minimal 1,2 ton bukan wales tangan. Selain itu, kata dia, sebelum melakukan pengaspalan, diduga tidak dilakukan pembersihan (sanitasi). Hal itu dilakukan agar aspal tersebut lebih melekat dengan dasar coran yang ada. (*)