Terganggu Polusi Udara, Warga Sumur Batu Gruduk PLTSa

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: Suhadi

 

KORANSIDAK.CO.ID – Puluhan warga Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/4) melakukan aksi unjuk rasa di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLSTa) Sumur Batu.

Aksi yang dilakukan warga lantaran PLSTa diduga menimbulkan polusi udara dari cerobong asap. Dari cerobong itu, warna asap yang keluar begitu hitam pekat dan dirasa mengganggu apalagi bagi warga di sekitar pemukiman.

Satam Susanto, Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Sumur Batu mengatakan, jika warga di wilayahnya merasa terganggu dengan polusi udara tersebut.

“Kami bersama warga mendatangi PLSTa Sumur Batu, sekitar pukul 21.00 WIB, karena asap yang di timbulkan dari corong PLSTa begitu hitam dan bertebaran kepemukiman. Otomatis kami sangat terganggu, yang lebih parahnya lagi membuat anak-anak tidak bisa tidur dan menangis karena menghirup asap tersebut,” tandasnya.

Dia menjelaskan, setelah pihaknya mendatangi PLTSa, pihak perusahaan mau mengabulkan permintaan warga dengan mengurangi volume tekanan mesin.

“Setelah kami datang dan di terima oleh pihak teknisi, kami minta pada pihak teknisi agar menghentikan mesin supaya tidak menimbulkan asap,” ujarnya.

Pihak teknisi PLSTa kata Satam, mengabulkan permintaan warga, dengan mengecilkan volume mesin. “Karena kalau di matikan total tidak bisa, itu kata teknisi pada kami,” ujarnya.

Setelah warga pulang, kemudian selang satu jam, warga kedatangan pihak teknisi PLSTa dan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Mereka (perwakilan PLTSa) meminta solusi agar PLSTa beroprasi lagi.

“Kami mempersilahkan PLSTa beroprasi kembali asalkan jangan menimbulkan asap,” tutur Satam Susanto.

Menurut Satam, warga diwilayahnya sangat meyesalkan dengan adanya PLSTa Sumur Batu. Dari awal pembangunan sampai beroprasi kata Satam, tidak ada sosialisasi.

“Dari awal tidak ada sosialisasi baik ke warga yang berdekatan langsung dengan PLSTa Sumu Batu. Kami minta kepada Walikota Bekasi, agar melakukan sidak ke PLSTa Sumur Batu,” tutup Satam. (*)