Agar Masyarakat Miskin Bisa Sekolah, PKBM Tawarkan Pendidikan Non Formal

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: M. Nurudin

 

KORANSIDAK.CO.ID – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) keberadaannya sangat membantu pemerintah dalam program wajardiknas 12 tahun. Kebodohan dan buta huruf menjadi alasan hadirnya PKBM untuk memberikan pendidikan non formal agar masyarakat miskin dan drop out bisa sekolah.

Sebut saja PKBM Sela Pandan, sekalipun belum memiliki gedung belajar dan sarana lainnya, tetapi sangat kuat mengajak warga usia belajar yang drop out untuk bisa kembali bersekolah.

Terbukti dari berbagai latar belakang anak,  kini PKBM Sela Pandan mampu menelorkan sejumlah lulusan dan kini sudah bekerja di berbagai tempat dan perusahaan.

Tempat belajar PKBM Sela Pandang, di wilayah Kecamatan Kesambi, masih menumpang di salah satu gedung sekolah dasar milik Pemkot Cirebon.

Belajar yang dilakukan pada sore hari dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, layaknya belajar di sekolah formal dengan pelajaran yang sama dan guru-guru berlatar belakang sarjana dan berpengalaman mengajar.

“Semua kita berikan kepada mereka yang mau sekolah, alhamdulillah masyarakat pun merespon positif atas keberadaan PKBM ini.  Ya kalau dilihat latar belakang siswa, ada pengamen, tukang becak, tukang baso,  cimol, ada juga yang dop out dari sekolah formal dan berbagai latar belakang lainnya.  Tetapi semua kami perlakuan sama, karena misi kami untuk membangun dan mencerdaskan mereka,” papar Hesti, Kepala Sekolah PKBM Sela Pandan, Minggu (28/4).

Hal senada juga diungkapkan Firman, guru PKN di PKBM Sela Pandan. Dirinya mengaku ingin mencurahkan segenap kemampuannya untuk memberikan waktu bagi anak anak PKBM agar tetap semangat untuk sekolah dan belajar.Baik itu Paket A, Paket B ataupun Paket C.

“Kalau lihat gaji atau pendapatan di PKBM sangat jauh dari harapan, tetapi ini mungkin bisa disebut juga pengabdian, tetapi seharusnya pemerintah lebih memperhatikan lagi, terutama bagi kesejahteraan para guru PKBM, sebab mengajar di PKBM berbeda jauh dengan pendidikan formal, disini kita harus benar benar sabar, teliti dan subguh-sungguh mendidik mereka, bukan saja keilmuan dan orientasi belajar tetapi juga mental dan perilaku mereka agar menjadi masyarakat yang diharapkan bersama,” tandasnya. (*)