Wawali Mendorong Tradisi ‘Ceng Beng’ Jadi Salah Satu Agenda Wisata di Cirebon

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: M. Nurudin

 

KORANSIDAK.CO.ID – Wakil Walikota Cirebon akan dorong tradisi Ceng Beng sebagai salah satu agenda wisata di Kota Cirebon. Pembenahan terhadap lokasi pemakaman Ku Tiong serta dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) juga akan dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Cirebon, Hj. Eti Herawati, saat menghadiri peringatan Ceng Beng, tradisi mendoakan arwah leluhur di pemakaman Ku Tiong, Penggung, Kota Cirebon.

“Tradisi ini sangat bisa dijadikan sebagai agenda wisata. Hanya sayangnya, tradisi ini kurang gaungnya, sehingga belum diketahui secara luas. Padahal kegiatan ini bisa memberikan dampak untuk perkembangan pariwisata di Kota Cirebon,” kata Eti.

Tradisi Ceng Beng merupakan tradisi warga Tionghoa untuk menghormati dan mendoakan nenek moyang mereka. Sejumlah keturunan yang berasal dari luar daerah, bahkan luar negeri akan datang dan melakukan doa bersama untuk nenek moyang mereka.

“Kalau di kita, biasanya tradisi nyekar sebelum bulan Ramadhan,” ungkap Eti.

Jika ditata dengan baik, maka tradisi ini akan mendatangkan wisatawan untuk Kota Cirebon. Karena itu, secara perlahan, Eti mengaku akan menata pemakaman Ku Tiong yang sudah berumur ratusan tahun tersebut.

“Untuk penataan, butuh dana yang tidak sedikit. Tapi pelan-pelan akan kita tata,” ungkap Eti.

Ada yang mengusulkan jika pemakaman Ku Tiong nantinya juga dijadikan pemakaman nusantara. Selain itu, juga akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

“Kita tahu, RTH di Kota Cirebon juga kurang,” ungkap Eti. Selain itu, kegiatan Ceng Beng juga bisa disatukan dengan rangkaian kegiatan Cap Go Meh.

Jika semua sudah ditata, Eti yakin, tradisi Ceng Beng di pemakaman Ku Tiong bisa menarik wisatawan dalam jumlah banyak. “Kita memiliki wisata religi lain,” ungkap Eti.

Dengan keberagaman etnis yang ada di Kota Cirebon, Pemkot Cirebon harus pintar untuk menggalinya. Sehingga bisa mendatangkan wisatawan yang berarti menambah pendapatan asli daerah Kota Cirebon.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Drs. Bagja Edi, mengungkapkan jika tahun depan pihaknya akan memasukkan tradisi Ceng Beng dalam agenda budaya di Kota Cirebon.

“Kita akan menata dari sisi pariwisata, sedangkan dari sisi tata cara dan doa, kita tidak bisa melakukan intervensi,” ungkap Edi.

Dinasnya, lanjut Edi, akan melakukan support untuk setiap kegiatan pariwisata yang mengeksplorasi ragam dan tradisi serta etnis yang ada di Kota Cirebon.

“Karena kita ini Caruban. Ada Islam, Hindu, Budha, Kristen dan lainnya yang terbentuk menjadi satu yaitu Caruban,” ungkap Edi. (*)