Dugaan Pungli PTSL, BCW Akan Lapor ke Polisi

Bagikan Berita Ini
Reporter: Hamdan Bhulle

 

KORANSIDAK.CO.ID – Bekasi Coruption Watch (BCW) berencana akan melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) program pendaftaran tanah sistematis terpadu (PTSL) yang diduga dilakukan oknum pegawai desa ke Polresta Kabupaten Bekasi.

Dugaan pungli PTSL yang diduga dilakukan oknum pegawai desa itu berhasil di rekam oleh warga dan di unggah ke media sosial Youtube pada tanggal 24 Februari 2019 oleh akun Paja Tadi.

“Dalam video itu jelas sekali, kalau oknum pegawai itu meminta uang sebesar Rp 350 ribu kepada pemohon,” kata Fajar Rohmatillah, Sekretaris BCW, Rabu (10/4).

Fajar menjelaskan, uang yang diminta oknum pegawai kepada pemohon PTSL jelas sudah menyalahi aturan. Karena menurutnya, biaya pembuatan sertifikat melalui program PTSL biayanya hanya sebesar Rp 150 ribu.

“Biaya administrasinya kan hanya Rp 150 ribu untuk Pulau Jawa,” terangnya.

Baca juga: Viral di Youtube… “Sertifikat Gratis Tapi Bayar”

Untuk itu, Fajar meminta agar pihak Kepolisian segera mengambil tindakan terkait adanya dugaan pungli PTSL yang dilakukan oknum pegawai desa.

“Ini sudah jelas menyalahi aturan, ini pungli. Kami meminta agar pihak Kepolisian segera turun tangan, dan memanggil oknum pegawai yang diduga melakukan pungli PTSL,” pintanya. (*)