Komisi III: Perlu Ada Aturan Perlintasan Kendaraan Bertonase Besar yang Melintas di Jalan Raya Perjuangan Babelan

Bagikan Berita Ini
  • 5
    Shares

 

KORANSIDAK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) seyogianya membuat aturan jam operasional kendaraan besar ataupun dump truk yang melintas di Jalan Raya Perjuangan, Babelan.

“Lalu lalang kendaraan di Jalan Raya Perjuangan Babelan sangat padat, ditambah banyaknya sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta yang berada tepat di pinggir jalan tersebut, sehingga harus ada aturan yang jelas mengenai jam operasional kendaraan besar maupun dump truk yang melintas seenaknya saat jam sibuk, sehingga bisa mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi,” kata Suriyat, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi yang juga warga Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Selasa (26/3).

Anggota DPRD (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Babelan, Tarumajaya, Sukawangi, Tambun Utara dan Tambelang ini menjelaskan, kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Perjuangan Babelan yang kerap terjadi itu diduga lantaran tidak adanya aturan yang jelas mengenai jam operasional kendaraan besar yang melintas. Apalagi katanya, kondisi jalan tersebut semakin hari makin rusak parah.

“Harus dibatasi pula bagi kendaraan yang bertonase besar melintas jalan tersebut, sehingga pengguna jalan khususnya warga Babelan bisa melintas dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, perlu adanya kesadaran bagi para pengembang yang tengah melakukan pembangunan perumahan di wilayah Babelan untuk memberi ruang waktu bagi para pengendara roda dua maupun roda empat terutama warga setempat untuk menjalankan aktivitasnya menggunakan jalan tersebut.

“Memang harus ada kesadaran dari pengusaha yang mengembangkan usahanya di Babelan dengan menjadwalkan lintasan truk-truk miliknya, apalagi kondisi jalan tersebut rusak parah,” tandasnya.

Dia menambahkan, Dishub Kabupaten Bekasi bisa menggandeng pihak Kepolisian serta Muspika Babelan untuk bersama-sama mencari solusi untuk menentukan jam operasional kendaraan besar tersebut.

Kalau perlu, sambungnya, Muspika memfasilitasi rapat dengan para pengusaha yang mengoperasionalkan kendaraan besar tersebut melintas di Jalan Raya Perjuangan Babelan.

Masih kata Suriyat, Jalan Raya Perjuangan Babelan merupakan jalan kelas III, sehingga tidak layak untuk dilintasi kendaraan besar yang bobotnya melebihi kapasitas jalan tersebut.

“Kendaraan truk yang melintas memiliki bobot di atas 25-30 ton, sedangkan jalan tersebut hanya punya kapasitas beban berat maksimal 20 ton. Ini harus disikapi serius oleh semua pihak yang berkepentingan,” bebernya.

Untuk diketahui, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di Jalan Raya Perjuangan Babelan terutama kendaraan roda dua yang sering tersenggol oleh kendaraan dump truk yang mengangkut tanah merah ke sejumlah pengembang perumahan di wilayah Kecamatan Babelan dan Tarumajaya. (ADV)