Musrenbang Kab Bekasi di Hotel Mewah, Zuli: Lebih Kepada Pencitraan Seorang Bupati

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: Hamdan Bhulle

 

 

KORANSIDAK.CO.ID – Pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan Pemkab Bekasi hari ini, Kamis (21/3) di salah satu hotel di bilangan Jababeka, Cikarang Utara menuai kritik.

Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi, Zuli Zulkipli menyayangkan hal itu lantaran Pemkab Bekasi banyak memiliki gedung dan aula yang cukup luas.

“Kami Forum BPD menyayangkan pelaksanaan Musrenbang di hotel mewah, padahal gedung di Kompleks Pemkab Bekasi masih banyak yang kosong,” kata Zuli kepada koransidak.co.id melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (21/3).

Zuli mengatakan, Musrenbang tingkat kabupaten bukan hanya sebatas acara seremonial. Tetapi kata dia, harus ada langkah kongkrit yang bisa diterima masyarakat.

Sejauh ini, Zuli menilai jika pelaksanaan musrenbang tidak efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Karena banyak aspirasi yang disampaikan melalui musyawarah sejak di tingkat desa atau kelurahan sampai kecamatan yang tidak terwujud atau terwujud tetapi tidak sempurna.

“Jangan sampai setiap musrenbang ada usulan tapi tidak ada realisasi. Banyak warga mempertanyakan realisasi aspirasi yang mereka sampaikan saat musrenbang. Warga menilai proses musrenbang tidak banyak bermanfaat karena banyak aspirasi yang tidak terwujud dan Ini yang akan menjadi pertanyaan publik,” ujarnya.

Musrenbang kali ini, kata Zuli harus tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena kata dia masih banyak sarana dan infrastruktur yang perlu diperbaiki.

Zuli mengatakan, pembagian anggaran jangan hanya ditingkat elit saja. Sementara proses pembangunan di masyarakat masih banyak yang belum selesai.

“Masih banyak jalan-jalan yang kurang baik, sarana pendidikan (gedung) perlu diperbaiki, ditingkatkan sarana gedungnya baik pemeliharaan maupun konstruksi,” jelas dia.

Musrenbang kali ini menurut Zuli, memang lebih berbeda. Namun dia menilai jika musrenbang kali ini hanya sebatas pencitraan Plt Bupati Bekasi.

“Musrenbang tahun ini berbeda, tapi lebih kepada pencitraaan seorang Bupati Eka, atau hanya mencari nuansa baru. Padahal masyarakat tidak butuh itu, masyarakat butuh langkah kongkrit pembangunan kemasyarakatan,” tandasnya. (*)