Sambungan Air Bersih Tak Sampai Kedalam, LPM: Pekerjaan Disperkimtan Tak Maksimal

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: Suhadi
Editor: Hamdan Bhulle

 

KORANSIDAK.CO.ID – Tajiri, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat mengatakan, pembangunan sumur artesis atau air bersih dari bantuan DKI Jakarta diduga tidak dikerjakan secara maksimal Disperkimtan Kota Bekasi.

“Disperkimtan tidak maksimal dalam melakukan pembangunan sumur artesis, pasalnya kran pipa artesis hanya di depan rumah, tidak sampai masuk ke dalam rumah warga,” kata Tajiri.

Tajiri menjelaskan, pembangunan sumur artesis (air bersih) diperuntukan bagi warga terdampak tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantargebang.

“Wilayahnya meliputi kelurahan Cikiwul, Kelurahan Ciketing Udik dan Kelurahan Sumur Batu,” ujarnya.

Warga kata Tajiri, banyak yang mengeluhkan air dari pipa yang belum jernih. Selain itu ada pula pipa yang bocor.

“Dan yang paling utama adalah sambungan pipa harus masuk kedalam rumah, karena yang kita gunakan juga dana dari bantun DKI Jakarta. Jadi jangan setengah-setengah dalam memberikan bantuan air bersih bagi warga terdampak TPST Bantargebang,” ujarnya.

Pihaknya berharap Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi untuk melakukan penambahan jaringan pipa air artesis sampai masuk dalam rumah.

“Bukan di depan rumah, biar manfaat air bersih bisa di rasakan warga,” pungkas Tajiri.

Sementara itu, Amin Ketua RT 02/04 Keluragan Ciketing Udik, menjelaskan jika masih banyak warganya yang belum mendapatkan fasilitas air bersih.

“Warga kami masih banyak yang belum mendapatkan sambungan air bersih. Kami sangat berharap tahun ini bisa dilanjutkan untuk pembangunan sambungan pipa air,” ujarnya singkat. (*)