Tuntut Pekerjakan Warga Kab Bekasi, Pendemo Disemprot Water Canon

Bagikan Berita Ini

 

Reporter: Hamdan Bule

 

AKSI: Zuli Zulkipli saat memberikan keterangan kepada awak media (ist)

KORANSIDAK.CO.ID – Ratusan massa yang tergabung dalam sejumlah organisasi menggeruduk kantor Pemkab Bekasi, Rabu (27/2). Kedatangan mereka untuk melakukan aksi unjukrasa.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi kericuhan lantaran pihak Kepolisian menyemprotkan water canon ke para pengunjukrasa.

Hal itu membuat para pengunjukrasa semakin kesal akibat penyemprotan tersebut, namun bisa diredam oleh koordinator pengunjukrasa.

Aksi unjukrasa itu dipicu akibat masih banyaknya pengangguran di Kabupaten Bekasi, meski di wilayah itu memiliki tujuh kawasan industri.

UNJUKRASA: Saat berorasi, mobil komando pendemo disemprot water canon oleh petugas. (ist)

“Jangan Biarkan Kami Seperti Tikus yang Mati di dalam Lumbung Padi” itu adalah salah satu spanduk yang dipasang para pengunjukrasa di pagar Pemkab Bekasi.

Zuli Zulkipli salah satu koordinator aksi pengunjukrasa mengatakan, aksi unjukrasa warga ini menuntut perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi wajib pekerjakan 60 persen warga Kabupaten Bekasi tanpa syarat.

“Perusahaan harus menerima 60 persen warga Kabupaten Bekasi tanpa embel-embel yakni nyogok (suap) dan lainnya. Kita ingin menegakan Perda No.4 tahun 2016 tentang tenaga kerja yang mandul sampai saat ini,” tandas Zuli.

Pihaknya menyayangkan, pihak eksekutif maupun legislatif yang tidak bergerak dan hanya diam saja.

“Kenapa eksekutif dan legislatif hanya diam. Seharusnya mereka yang bekerja untuk rakyat, bukan kita,” ucap Zuli yang diamini rekan-rekannya.

“Kami warga Bekasi yang peduli terhadap warga Bekasi yang selama ini dieksploitasi. Kalo nyogok baru dapat kerja dan hanya dikasih batas waktu tiga bulan kerja,” tambahnya.

Menurut Zuli, ini sangat ironis, Kabupaten Bekasi yang katanya memiliki 7 kawasan industri dengan 5000 perusahaan yang ada, tapi masih banyak warga yang nganggur.

Zuli menyayangkan kalau pihak kepolisian yang menyemprot para pengunjukrasa dengan watercanon.

“Kita ingin membawa aspirasi kenapa disemprot,” kesalnya. (*)