Ramai Dana PKH Disunat, Oknum Ketua Kelompok Minta Kadus Cabut Pemberitaan

Bagikan Berita Ini
Reporter: Heriyanto
Editor: Hamdan Bule

 

MENGADU : Ibu-ibu penerima bantuan dana PKH saat bercerita soal potongan dana bantuan yang dilakukan oknum ketua kelompok. (Foto: dok)

KORANSIDAK.CO.ID – Ibu Nenih (35) dan Ibu Somah (39) warga Kampung Kobak Cina, RT 10/05 Dusun III, Desa Sumbereja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan potongan dana bantuan pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga dilakukan oknum ketua kelompok.

Selama ini, masyarakat penerima bantuan tidak mengetahui ada pemotongan dana PKH yang dilakukan oknum ketua kelompok setiap pencairan dilakukan.

Karena, buku tabungan dan kartu ATM masyarakat penerima manfaat dipegang langsung oleh oknum ketua kelompok dan tidak diserahkan kepada masyarakat.

Setiap pencairan dana, oknum ketua kelompok hanya membagikan uang tanpa disertai dengan bukti penarikan (struk bank).

“Setelah saya minta print out ke Bank, ternyata uang yang masuk Rp 1,3 juta, sementara uang yang saya terima hanya Rp 900ribu,” kata Nenih.

Kemudian kata dia, setelah informasi potongan dana itu tersebar dan ramai diperbincangkan masyarakat, oknum ketua kelompok beserta pendamping desa, mendatangi beberapa orang keluarga penerima manfaat (KPM). Oknum tersebut mengembalikan uang yang diduga telah di potong (digelapkan).

“Iya, dia (ketua kelompok) datang bersama pendamping desa, tujuannya mengembalikan uang, tapi saya tolak,” kata Nenih.

Meskipun di tolak, oknum ketua kelompok tetap meninggalkan uang tersebut.

“Uangnya ditinggalkan begitu saja oleh ketua kelompok dan pendamping desa,” sambung Nenih.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Dusun III, Madum. Dia mengatakan jika oknum ketua kelompok (PKH) dan pendamping desa menemui warganya dan mengembalikan uang yang di duga telah di potong.

“Saya pun sempat mepertanyakan kenapa baru di kembalikan. Kata dia (ketua kelompok) alasannya lupa,” ujarnya.

Baca juga : Batu Sandungan Program Pemerintah, Dana PKH Disunat?

Menurut Madum, oknum ketua kelompok pun meminta agar segera mencabut pemberitaan tentang pemotongan dana bantuan.

“Saya dan warga penerima diminta agar mencabut pemberitaan di koransidak.co.id. Untuk apa saya mencabut pemberitaan karena yang diberitakan itu memang bener dan memang itu yang terjadi pada warga penerima PKH,” pungkasnya. (*)