Batu Sandungan Program Pemerintah, Dana PKH Disunat?

Bagikan Berita Ini
  • 41
    Shares

Reporter : Heriyanto
Editor : Hamdan Bule

 

Ilustrasi

KORANSIDAK.CO.ID – Program yang dilakukan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan bagi warga tidak mampu melalui Program Keluarga Harapan (PKH) mendapatkan batu sandungan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan penelusuran koransidak.co.id di lapangan, ada laporan mengkhawatirkan dari sejumlah warga penerima bantuan mengenai dugaan praktik pemotongan bantuan.

Ibu Nenih (35) dan Ibu Somah (39) warga Kampung Kobak Cina, RT 10/05 Dusun III, Desa Sumbereja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program PKH tidak menyangka jika bantuan yang diterima bakal terkena potongan oknum ketua kelompok PKH.

“Saya keberatan atas pemotongan dana PKH itu,” keluh Ibu Nenih.

Meskipun ada potongan, dia serta anggota yang lain, tidak bisa berbuat apa-apa. Karena menurutnya ada intimidasi yang dilakukan oknum ketua kelompok.

“Jika kami tidak berikan (potongan), maka ancamannya kartu ATM kami akan diblokir dan bahkan bisa diajukan agar nama-nama yang tidak mau ikuti aturannya tidak akan dapat dana PKH lagi,” terangnya.

Potongan yang dilakukan oknum ketua kelompok, kata Nenih, sangat besar. Nilainya mencapai ratusan ribu rupiah.

Para penerima manfaat bantuan di desa setempat memang banyak mengeluh. Mereka (penerima) akhirnya buka suara dan protes.

Sebab, dana bantuan yang sebenarnya diperuntukkan bagi warga tidak mampu itu, justru dipotong oknum ketua kelompok setiap pencairan berlangsung.

“Modusnya saat pencairan bantuan, oknum ketua kelompok PKH mengumpulkan ATM milik KPM, kemudian dicairkan sendiri dan dipotong saat diberikan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut keterangan Ketua DusunI III, Madum kepada koransidak.co.id menjelaskan, jika hal itu sudah terjadi sejak lama.

“Adanya potongan sudah terjadi sejak lama, tapi kita tidak bisa mengakses kebenarannya, karena  ATM dan dokumen lainnya dipegang sama ketua kelompok,” terang Madum. (*)