Dishub Kab Bekasi Minta Kemenhub Batasi Transportasi Online

Bagikan Berita Ini

 

Reporter : Sarman Faisal

 

KORANSIDAK.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi meminta kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan agar membatasi transportasi khusus atau online yang ada di Kabupaten Bekasi. Pasalnya hal itu sudah sangat merugikan pengusaha transportasi umum yang ada dan membuat macet.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub, Yudi C Permana mengatakan, pihaknya mengaku tidak punya kewenangan untuk mengatur transportasi khusus itu. sebab semua regulasinya ada di pemerintah pusat.

“Angkutan khusus atau Online bukan kewenenagan kita. Sekarang jumlahnya ribuan di Kabupaten Bekasi dan yang mengatur kuotanya adalah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ),” katanya kepada wartawan, Rabu (30/1).

Ditambahkanya dampak dari banyaknya transpotasi online sangat dirasakan, khususnya oleh pengusaha angkutan yang ada di Kabupaten Bekasi. Karena, usahanya tersingkir. Hal itu disebabkan para penumpang beralih kepada angkutan online tersebut.

“Jasa Angkutan Kota, Angkutan Desa saat ini hidup segan mati tak mau. Kalah dengan angkutan yang khusus ini,” bebernya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam setahun ini sudah ada tiga trayek angkutan kota yang bangkrut dengan maraknya transportasi online diantaranya angkot K 14 A jalur setu- lipo, K 53 rute Sukatani-Pebayuran dan K 36 Vila perumahan Taman Matahari Indah -Bekasi Kota.

“Kami Minta agar transportasi online ditata kembali dan dibatasi jumlahnya,” imbuhnya.

Masih kata dia, pihaknya berharap agar pemerintah pusat bersinergi dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. Karena bukan hanya para pengusaha angkot saja yang dirugikan bahkan pemerintah daerah juga dirugikan dari sisi retribusi dari angkot yang hilang akibat banyak pengusaha angkot yang bangkrut.

“Perlu adanya komuniskasi yang baik
antara pemerintah pusat dan daerah. Artinya jumlah transportasi online disampaikan ke Dishub daerah dengan demikian daerah bisa melakukan pembinaan,” tutupnya. (*)