Penerima PKH Dipotong Rp 25 Ribu, Pendamping Bilang Tabungan

Reporter : Alen Delon

 

\"\"

KORANSIDAK.CO.ID – Puluhan warga Desa Jaya Mulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Senin (28/01) mendatangi kantor desa setempat. Kedatangan warga untuk menanyakan data yang valid tentang program keluarga harapan (PKH), karena warga menuding jika program tersebut tidak transparan.

Adit, koordinator aksi menpertanyakan sistem pembagian serta mekanisme PKH yang sesuai dengan aturan.

Menurut Adit, banyak kejanggalan dalam mekanisme pembagian tersebut. Bahkan, yang menjadi kecurigaan pihaknya, ada pemotongan sebesar Rp 25 ribu setiap warga yang menerima bantuan PKH.

\”Kami disini ingin jelas, kalau memang ada pemotongan Rp.25 ribu per orang apakah ada aturan dari pusat atau tidak. Karena pendamping tidak bisa mengeluarkan surat berita acara yang konon katanya sudah di sepakati oleh penerima PKH,\” ucapnya.

Sementara itu, pendamping PKH Desa Jaya Mulya, Cecen menjelaskan jika tugas pendamping hanya menerima data dari pusat, kemudian disalurkan ke setiap kelompok.

\”Adapun terkait pemotongan Rp.25 ribu itu untuk tabungan,\” terangnya. (*)