Marak Ranjau Paku, Ini Lokasi yang Didatangi Saber

Bagikan Berita Ini

Reporter : Tidar Sanjaya

 

KORANSIDAK.CO.ID – Maraknya ranjau paku di jalanan Ibukota Jakarta, membuat Rohim dan kawan-kawannya tergerak hatinya untuk membersihkan ranjau tersebut.

Hal itu ia lakukan karena merasa dirinya terpanggil melihat banyaknya ranjau paku yang bisa saja membahayakan dan merugikan para pengendara.

Sehingga pada tahun 2011, di awali dengan obrolan ringan dengan sesama pengendara roda dua,Rohim pun membentuk suatu komunitas yang di namakan Saber (sapu bersih ranjau).

Bahkan ia menjelaskan bahwa komunitas Saber ini mendapatkan apresiasi salah satunya pertama kali dari Walikota Jakarta Barat pada waktu itu.

“Pejabat yang pertama mengapresiasi komunitas Saber yaitu Bapak Burhanudin Walikota Jakarta Barat tahun 2011 lalu,setelah saya dan teman-teman berhasil menangkap pelaku penebar ranjau di Jl. Daan Mogot tahun 2011 akhir, baru Polda Metro mengundang kami memberikan apresiasi, pada waktu itu Kapolda nya Bapak Untung S Rajab,” ujarnya.

Hingga saat ini Rohim dengan komunitas Saber masih terus melakukan aksinya sebagai relawan pembersih ranjau.

“Kalau sekarang paling sekali patroli seperempat atau paling banyak setengah kilo gram ranjau. kalau dulu tahun 2014 sekali patroli sehari pernah dapat 7 kilo waktu daerah Cideng Roxy dan sekitaran istana masih rawan ranjau paku, pagi sebelum kerja dapat 3 kilo malamnya setelah istirahat patroli lagi dapat 4 Kilo paku total 7 kilo,” ungkap Rohim saat di wawancara oleh koransidak.co.id.

Rohim pun memaparkan bahwa dirinya bersama Komunitas Saber membersihkan ranjau paku itu lintas wilayah artinya bukan hanya wilayah Jakarta Barat tetapi dimana di situ ada ranjau maka jika ada waktu memungkinkan pasti melakukan pembersihan atau patroli ke titik rawan ranjau tersebut.

“Saya patroli kadang di Jakbar Grogol, Tomang, Pesing. Kalau wilayah selatan Permata Hijau, Gatot Subroto BPK sampai Cawang simpang Galur Senen, tetapi saat ini saya fokusnya wilayah Gatot Subroto yang paling rawan,” paparnya.

Dan ia menambahkan bahwa dirinya sering menghimbau masyarakat pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor agar selalu berhati-hati, kurangi kecepatan ketika melewati titik rawan ranjau akan meminimalisir dampak dari jebakan ranjau, batas aman kecepatan 20 km per jam karena kecepatan di atas 40 KM per jam rawan sekali terkena ranjau. (*)