TPR Terminal Bekasi Diduga Ada Pungut Uang Karcis 10 Ribu, Ini Kata Kepala Terminal  

Bagikan Berita Ini

Reporter : Ricky Jelly

 

KORANSIDAK.CO.ID – Pungutan retribusi terminal bagi armada angkutan dari AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan AKDP (Antar Kota DalamProvinsi) yang masuk ke terminal Bekasi, telah diduga seperti ada “upeti siluman”.

Ironisnya armada yang masuk ke terminal Bekasi telah dikutip oleh TPR (tempat penarikan retribusi) sebesar 10 ribu rupiah ada yang memakai karcis dan kuga tanpa memakai karcis, oleh oknum petugas terminal.

Menurut informasi yang di dapat RadarNonstop (Rakyat Merdeka Grup) di lapangan salah satu pengemudi Bus antar kota inisial AW mengatakan mobil ke terminal 10 ribu rupiah.

“Kaga pake tiket kadang-kadang pake, saya bayar 10 ribu sama TPR, TPR yang ada didepan sana,” kata Supir yang berinisial AW sambil menunjukan lokasi TPR.

Semantara Peraturan Daerah (PERDA) Kota Bekasi No.17 tahun 2017, Tentang Penyelenggaraan Dan Retribusi Parkir Serta Terminal. Yang dimana diatur Bab XV Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Terminal Pasal 49.

Semantara, Kepala Terminal induk Kota Bekasi Bambang Herianto saat di konfirmasi terkait pungutan retribusi untuk armada yang masuk keterminal sebesar 10 ribu rupiah, ia membantah bahwa mereka (TPR-red) pungut retribusi sesuai dengan PERDA yang ada.

“Mana berani saya pungut retribusi lebih dari itu (10 ribu-red),” kata Bambang di ruang tempat pengumuman sambil menunjukan PERDA No 17 tahun 2017 tentang Retribusi. Kamis (10/01).

Lebih lanjutnya Bambang mangatakan terkait pungutan TPR dan inap kendaraan yang telah memakai prasarana yang ada di area terminal Kota Bekasi.

“TPR kami yang di depan pungut sebesar lima ribu rupiah, bukan sepuluh ribu, kalau untuk nginap kendaraan lima belas ribu, itu kita juga liat kendaraannya kalau besar 15 kalau kecil 10,” ungkap Bambang.

Tak hanya itu, dirinya enggan bertanggung jawab terkait adanya pungutan retribusi melebehi dari ketentuan PERDA (pungli-red) mau pun tanpa karcis.

“Kalau ada seperti itu ada oknum petugas, kalau ada lapor ke saya, kalau ada oknumnya seperti itu bisa di tengkap,” kelit Bambang yang tidak akan membela anak buahnya memungut lebih dari ketentuan PERDA yang ada.

Lebih lanjutnya, dirinya pun mejelaskan terkait penangkapan anak buahnya pada waktu itu, terkait TPR yang tertangkap tangan oleh pihak kepolisian Saber PUNGLI waktu lalu.

“Setiap mobil sopir Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) inep saya sering kali mengimbau dengan anak buah saya terkait TPR harus sesaui aturan PERDA yang ada. Semanjak kejadian itu saya sudah komitmen dengan teman-teman jangan coba-coba terima uang tanpa karcis, kasih saja ke supir karcisnya, kalau supirnya kaga mau itu rezeki, anggap aja itu uang buat beli aqua petugas,” kata Bambang kepada awak media di ruang pengumuman terminal. (*)