Dibiayai Negara, Sumur Pantau Terlihat Terbengkalai

Bagikan Berita Ini

Reporter : Ricky Jelly

Sumur pantau yang berada di Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi,

KORANSIDAK.CO.ID – Pembangunan sumur pantau yang berada di Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang dilaksankan pada tahun 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup yang memakai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Bekasi, saat ini kondisi sumur pantau terlihat terbengkalai dan sangat memperhatinkan kondisinya.

Sumur pantau untuk mendekteksi keadaan kaualitas air yang ada di wilayah itu lokasinya berdekatan dengan gunung sampah TPA Kota Bekasi dan TPST Bantargebang yang berdampak dengan resapan air limbah dari gunung sampah.

Jumhana Lutfi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengatakan bahwa sumur pantau diwilayah tersebut untuk memantau keadaan air di wilayah.

“Memang sumur itu untuk memantau keadaan air, apakah air itu layak atau tidak, karna wilayah itu berdekatan dengan TPA maupuan TPST Bantargebang,” kata Lutfi di ruang kerjanya.

Sementara untuk kedalaman sumur pantau kedalamannya hanya sekitar 4 meter kurang lebihnya.

“Kedalaman sumur pantau bervariasi, ada yang segitu, ada yang sekitar 150 meter,” papar Lutfi.

Lebih lanjutnya saat dikonfirmasi terkait anggaran pembangunan dan berapa titik kegiatan yang telah dibangun, dirinya belum bisa memastikan berapa jumlah sumur pantau yang di kerjakan waktu itu dan berapa anggaran pembangunan sumur pantau.

“Kalau anggarannya kurang lebih sekitar 200 jutaan, kalau terkait pembangunan berapa titik coba tanya dengan UP (unit pelayanan) TPA Sumur Batu,” ungkapnya. (*)