Kabid PUPR : Pekerjaan Jalan Sumber Sari Pebayuran Tidak Sesuai Progres

Bagikan Berita Ini

 

Reporter : Hamdan Bule

 

KORANSIDAK.CO.ID – Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) DPUPR Kabupaten Bekasi, menegaskan jika pihaknya tidak akan segan-segan memotong anggaran biaya kepada kontraktor, apabila pekerjaan yang telah dilakukannya tidak sesuai dengan kontrak yang telah disepakati bersama.

“Kami di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bekasi, akan potong saat pembayaran, apabila kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) yang disepakati,” tegas Heru Pranoto, Rabu (9/1).

Hal itu dilakukan, menurut Heru, untuk memberikan efek jera kepada pihak ketiga (kontraktor) apabila dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan perjanjian kerja.

“Kita enggak mau dong jadi bulan-bulanan mereka (kontraktor-red). Kalau pekerjaan mereka enggak benar lalu kita bayar full, maka kami yang akan disalahkan. Kalo enggak digituin, kayaknya ngegampangin,” tandasnya.

Disinggung apakah kontraktor tersebut akan masuk dalam daftar hitam (blacklist), menurut Heru, kontraktor yang terkena blacklist apabila tidak menyelesaikan pekerjaannya hingga batas waktu yang ditentukan mencapai 25 persen.

“Kalau dalam pengerjaannya kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaan sebanyak 25 persen, maka akan diblacklist,” terangnya.

Bahkan, kata Heru, pada pekerjaan u-dith di Jalan Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, selain memotong biaya, pihaknya juga masih menahan pembayarannya (diblokir) lantaran hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

“Kita pending pembayaran pada pekerjaan u-dith tersebut, karena belum selesai dikerjakan. Padahal seharusnya selesai akhir Desember 2018 lalu. Kalau u-dith belum terpasang semua, saya enggak mau buka blokir. Pengawas dan konsultan saya minta tetap mengawasi pekerjaan itu hingga selesai terpasang semua,” ungkapnya.

Masih kata Heru, pihaknya telah memblacklist nama perusahaan (kontraktor) yang mengerjakan jalan di Desa Sumber Sari, Kecamatan Pebayuran karena pekerjaan yang dilakukan kontraktor tersebut tidak sesuai progres yang telah ditetapkan.

“Ya untuk pekerjaan di jalan Desa Sumber Sari Kecamatan Pebayuran, kontraktornya sudah kita blacklist, karena baru memasang base course. Meski mereka beralasan akan dikerjakan awal tahun 2019 ini, kita tetap blacklist,” pungkasnya. (*)