Soal Kandang Ayam, ‘Dampak Negatif Pertanian Pasti Besar’, Ini Kata Kepala Dinas

Bagikan Berita Ini
Reporter : Hamdan Bule

KORANSIDAK.CO.ID – Pembangunan kandang ayam yang ada di Jalan Moh Yasin, Desa Karang Haur, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dinilai sudah menyalahi peruntukan lahan. Pasalnya, investor melakukan pembangun kandang ayam di lahan pertanian produktif.

Pembangunan kandang ayam di lahan produktif itu diduga bertentangan dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 31/Permentan/OT.140/2/2014, Tentang Pedoman Budi Daya Ayam Pedaging dan Ayam Petelur Yang Baik.

Di dalam Permentan, dalam BAB II dituangkan tentang Prasarana dan Sarana yang meliputi lahan dan lokasi. Lahan dan lokasi budi daya ayam pedaging harus memenuhi ketentuan seperti Upaya Kelestarian Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL).

Kemudian harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP), Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK), atau Rencana Detail Tata Ruang Daerah (RDTRD).

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Kecamatan Pebayuran, Agus Arif menyesalkan sikap pemerintah daerah (Pemda) Bekasi.

Karena menurut Agus, arah pembangunan Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Bekasi tidak jelas.

Mestinya kata dia, pemerintah sudah membuat Pemetaan. Zona mana yang di tetapkan untuk wilayah pertanian atau tanaman padi, untuk palawija dan untuk Peternakan.

“Arah pembangunan Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Bekasi ga jelas. Jangan-jangan Pemerintah ga tau, potensi Pertanian dan Peternakan yang dimiliki dimana saja,” kata Agus.

Baca juga : Waduh… Diduga Belum ada Izin, Pembangunan Kandang Ayam Sudah Dimulai

Mengenai pembangunan ternak ayam pedaging, Agus mengatakan jika pemerintah sebaiknya menempatkan zona untuk wilayah peternakan.

“Disini perlu hadirnya pemerintah agar pembangunan kandang ayam tidak sembarangan, karena dampak negatif terhadap pertanian pasti besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Kabupaten Bekasi, Abdul Karim ketika dihubungi koransidak.co.id melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (18/12) mengatakan jika pembangunan kandang ayam mestinya ada rekomendasi dari dinas.

“Harus urus dulu rekom dari Distan. Nanti tim cek lokasi,” ujarnya singkat. (*)