Ya Ampun… Kabupaten Bekasi Baru Punya Satu IKM Ber-SNI?

Bagikan Berita Ini

reporter: sarman faisal

Ilustrasi (ist)

KORANSIDAK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus berupaya mendongkrak roda perekonomian masyarakatnya di sektor industri kecil menengah (IKM).

Pasalnya, hingga saat ini terus mensosialisasikan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produk-produk IKM. Tujuan produk IKM sudah ber SNI diharapkan bisa bersaing ditingkat internasioanal dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sekrrtaris Dinas Perindustrian Juniardiana Rosatijawan mengatakan, jumlah UMKM di Kabupaten Bekasi yang sudah ber SNI masih jauh dari harapan. Namun kata dia, Pemkab Bekasi terus mencoba memfasiltasi agar IKM terdaftar SNI.

“Untuk UMKM yang sudah ber SNI ada yakni CV Unggul Mukti produksi berbagai macam boneka,” ujarnya, Rabu (12/12).

Ditambahkan, untuk mendorong agar para pelaku IKM memiliki label SNI harus melibatkan banyak pihak. Sebab, lanjutnya, di Pemkab Bekasi ada Dinas Koperasi dan UMKM yang mempunyai tupoksi yang sama, sementara untuk Dinas Perindustriqn hanya melakukan pelatihan orangnya saja.

“Dinas Perindustrian hanya melatih wirausaha baru, mulai dari proses barang mentah, setengah jadi kemudian menjadi barang jadi,” bebernya.

Sedangkan untuk UMKM di bawah Dinas Koperasi dan UMKM, pihaknya tidak bisa mencampuri segala kegiatannya. Karena kata dia, IKM dan UMKM berbeda definisinya, diatur oleh Undang-undang yang berbeda pula.

“UMKM tugasnya di Dinas Koperasi dan UMKM,” katanya.

Masih kata dia, Kabupaten Bekasi kaya akan pelaku IKM. Namun yang menjadi permasalahan para UMKM itu kesulitan dalam memasarkan produk-produknya, sehingga sangat perlu kehadiran pemerintah dalam membantu pemasarannya.

“Dari 1.400 yang ada , baru sekitar 300-an yang aktif, itu pun separuhnya masih sulit memasarkan hasil produksi,” pungkasnya. (*)

editor: budhie uban


TAG