Sidak PLTSa Sumur Batu, Pepen : Yang Punya Baru Kita

Bagikan Berita Ini

 

Reporter : Ricky Jelly

KORANSIDAK.CO.ID – WaliKota Bekasi Rahmat Effendi menijau Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang berada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sumur Batu, Kacamatan Bantargebang Kota Bekasi. Jum’at (30/11).

Bang Pepen saapan akrabnya Rahmat Effendi mengatakan, adanya PLTSa yang direncanakan untuk pembakaran sampah yang ada di TPA Sumur Batu di proses menjadi pembangkit tenaga listrik.

Soal pembakaran dengan ruang bakar terjaga, yang di atas suhu 1000 derajat celsius.

“Tidak membutuhkan air pendinginan yang banyak dan mengelola sampah sekitar lima ton/jam kapasitas 1,5 MW dan kapasitas maksimal,” kata Walikota Bekasi dua periode ini.

Dia menjelaskan produksinya masih dalam tahap dan rencanya akan mengurangi sampah di TPS Sumur Batu.

“Ya belum maksimal, orang di Indonesia juga belum ada, yang punya baru kita yang sedang trials (uji coba),” kata Bang Pepen.

Lebih lanjutnya Bang Pepen mengatakan, menciptakan mesin buat memusnahkan sampah dan barang ini adalah barang yang kita coba untuk mengelola sampah menjadi listrik.

“Pemerintah melalui Perpres 35 sudah mengeluarkan, akan ada nilai unit cost yang dijual kepada PLN sebagai bahan pengolahan sampah menjadi listrik,” jalasnya.

Dirinya memastikan 24 jam akan mengelolah sampah sekitar 60 ton perharinya.

“Kalau nanti sudah dinyatakan layak unit ini, itu (mesin) per hari sekitar 60 ton, per hari 24 jam 60 ton,” kata Pepen.

Satu tahun sudah, mencoba dan mencoba, masih kata dia, 1 tahun tidak menggunakan APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) satu tahun kalau ditrael seumpamanya setiap 24 jam seminggu sebulan masih belum bayar, sampah kita sudah berkurang. (*)