FSPMI Cirebon Raya Tuntut Kenaikan UMK 2019 Sebesar 25-30 Persen

Bagikan Berita Ini

reporter: nurudin

KORANSIDAK.CO.ID – Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya menggeruduk kantor Disnaker Kabupaten Cirebon yang berada di bilangan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (15/11).

Dalam orasinya, mereka menyatakan, jika hasil sidang pleno tentang penetapan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cirebon tahun 2019 pada Selasa (6/11) lalu, di kantor Disnakertrans Kabupaten Cirebon dianggap hasilnya tidak berpihak kepada pekerja/buruh Cirebon.

“Kami FSPMI Cirebon Raya melakukan aksi turun ke jalan dengan membawa aspirasi/tuntutan pekerja Cirebon yang menolak segala bentuk peraturan yang menyengsarakan pekerja Cirebon,” kata pendemo dalam orasinya itu.

Dalam aksi tersebut, FSPMI Cirebon Raya juga mengeluarkan empat tuntutan yakni, tolak PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, Tolak kenaikan upah minimum tahun 2019 yang hanya sebesar 8,03 %. Menuntut naikan upah minimum tahun 2019 sebesar 25 sampai dengan 30 persen. Dan tetapkan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) Cirebon.

“Itulah 4 tuntutan kami. Tuntutan ini demi masa depan masyarakat Cirebon yang sejahtera dan demi masa depan anak cucu kami kelak yang lebih baik,” tandas Korlap Aksi FSPMI Cirebon Raya, Moh. Machnub.S.Kom, yang juga menjabat sebagai Sekretaris FSPMI Cirebon Raya. (*)