Hitung Kerugian Negara, BPKP Sambangi Desa Karang Asih Cikarang Utara

Bagikan Berita Ini

reporter: sarman faisal

Obet Iriawan

KORANSIDAK.CO.ID – Penanganan perkara dugaan tindak pidana lorupsi (Tipikor) dana Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara di Kabupaten Bekasi, saat ini memasuki babak baru.

Pasalnya pekan ini, Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) sudah mendatangi Desa Karangasih yang didampingi para Jaksa untuk menghitung kerugian negara akibat dugaan korupsi dana desa tersebut.

Koordinator Jaksa Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Kabupaten Bekasi, Obet Iriawan mengatakan, penangananan dugaan tindak pidana penyelewengan dana Desa Karang Asih sudah tahap penyidikan.

“Penanganan perkara dugaan tipikor Desa Karang Asih, pada minggu ini, kami jaksa mendampingi BPKP turun ke desa yang bersangkutan untuk menghitung kerugian negaranya,” ujar Obet kepada wartawan, Rabu (14/11).

Ditambahkan, dalam penanganan perkara dana desa, pihaknya mengaku lebih ekstra. Sebab kata dia, dana desa itu dipakai untuk berbagai macam kegiatan sosial dan pembangunan infrastruktur di tingkat desa, sehingga perlu waktu untuk membuktikan anggaran itu dikorupsi atau tidak.

“Dana desa ini mencakup semuanya, ada dana transfer dan ada juga dari penghasilan asli desa. Misalnya, anggaran kegiatan siskamling. Penyidik harus mencari data sebanyak-banyaknya, apakah kegiatan siskamling itu terealisasi atau fiktif,” bebernya.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya menargetkan pada bulan Desember hasil hitungan dari BPKP terkait kerugian yang timbul dari perkara itu selesai, sehingga pihaknya sudah bisa melanjutkan tahapan selanjutnya dengan menetapkan tersangka pada dugaan tindak pidana korupsi dana desa tersebut.

“Memang SOPnya ketika ada dua alat bukti sudah bisa menetapkan tersangka, tapi kita maunya ketika menetapkan tersangka bukan hanya dua alat bukti tapi dibilang alat buktinya lengkap,” imbuhnya.

Sementara sambung dia, untuk penanganan tindak pidana korupsi desa lainnya, seperti Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin masih dalam tahap pengumpulan keterangan dan barang bukti.

“Untuk desa lainnya seperti Desa Setialaksana, kami juga tengah lengkapi data-datanya,” bebernya.

Pihaknya meminta kepada semua pihak agar bersabar, artinya Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi akan bertindak profesional. Namun memang membutuhkan waktu bagi para penyidik untuk memeriksa semua dokumen dan semua pihak yang terlibat di dalam pemanfaatan dana desa tersebut.

“Kami juga berharap agar perkara-perkara dugaan korupsi dana desa secepatnya bisa selesai dan bisa segera dibawa ke persidangan. Untuk Desa Karang Asih terhitung sudah tiga bulan dari penyelidikan sampai sekarang,” tukasnya. (*)