23 Titik Rawan Macet, Dishub Cirebon Butuhkan 90 Petugas Dalops

Bagikan Berita Ini

reporter: nurudin

KORANSIDAK.CO.ID – Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk program 86 yang ditempatkan di sejumlah titik rawan macet. Namun dari 23 titik rawan macet, setidaknya Dishub membutuhkan 90 petugas Dalops.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Dalops Dishub Rony Priatna mengingat rasio titik macet dan petugas tidak sebanding, dimanq hanya ada 18 petugas yang siap melakukan pengaturan lalu lintas.

Pantauan di sepanjang Jalan Perjuangan, kemacetan mulai terlihat dari depan SMAN 7. Kemudian memanjang hingga pertigaan Universitas 17 Agustus.

Dari sekian banyak titik kemacetan, hanya lima yang bisa ditangani petugas Dinas Perhubungan. Kendalanya adalah jumlah personel di Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops), sehingga praktis hanya lima titik yang bisa ter-cover yakni di simpang Jl Cipto Mk (Pusdiklatpri), simpang empat Jl Pemuda, simpang empat Jl Terusan Pemuda DPUPR, simpang tiga Jl Perjuangan (Untag) dan u-turn PLTG Sunyaragi.

“Petugas itu kita bagi jadi beberapa regu, mereka kita sebar lagi,” ujar Rony.

Dijelaskan, untuk teknis saat ini, pihaknya membagi petugas menjadi sembilan regu. Setiap titik ada dua orang petugas, terutama saat operasi 68 (pukul  06.00-08.00). Dengan jumlah personil itu tentu saja tidak bisa maksimal dalam menjaga ketertiban lalu lintas.

“Paling tidak dibutuhkan 90 petugas dalops. Dengan kuantitas ini, baru bisa ditangani 23 titik rawan kemacetan. Tapi itu belum termasuk Lampu Merah Jl Pelandakan dan Jl Ciremai Raya,” imbuhnya. (*)