Ya Ampun !! 600 Ribu Warga Kabupaten Bekasi Masih BAB Sembarangan?

Bagikan Berita Ini

reporter: sarman faisal

Supri Dinata

KORANSIDAK.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melaui Dinas Kesehatan mengaku sedikitnya ada 600 ribu warga Kabupaten Bekasi yang saat ini masih berperilaku buang air besar (BAB) sembarangan. Data itu mengalami penurunan 4 persen dari tahun 2017 dari 82 persen menjadi 78 persen pada 2018.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Keluarga Dinkes Kabupaten Bekasi, Supri Dinata mengatakan, untuk menekan jumlah aktifitas BAB sembarangan, pihaknya sudah menggalakkan sosialisasi dan mendeklarasikan open defecation free (ODF) yang artinya bebas dari BAB sembarangan di setiap wilayah Kabupaten Bekasi.

“Sekitar 18 persen yaitu sekitar 600 ribu warga yang masih berperilaku BAB sembarangan,” bebernya kepada koransidak.co.id, Rabu (31/10).

Ditambahkan, perilaku BAB sembarangan seperti di kebun atau sungai bukan semata-mata karena warga tak memiliki jamban di rumahnya. Namun, hal itu dipengaruhi kebiasaan yang belum sepenuhnya bisa diubah dan itu kebanyakan warga yang tinggal dekat aliran sungai.

“Kalau kita (Dinkes) sifatnya hanya pemicuan dan pemberdayaan artinya bagaimana masyarakat bisa membangun jamban sendiri,” bebernya.

Menurutnya, Dinas Kesehatan juga melalui petugas di puskesmas setempat terus memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai dampak BAB sembarangan. Sebab, kata dia, perilaku tersebut rentan menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare dan banyak lagi penyakit lainnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Penataan Ruang Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) serta pemerintah desa untuk menyediakan fasilitas MCK, jamban, dan septic tank dan pengadaan berbagai fasilitas lainya untuk mendukung terwujudnya daerah ODF yang ditargetkan 2019 bebas BAB.

“Untuk pengadaan fisik seperti itu, kami sudah koordinasikan ke Tarkim,” ujarnya.

Masih kata dia, kebanyakan yang masih BAB sembarangan paling banyak yaitu di wilayah Utara Kabupaten Bekasi mulai dari kecamatan Sukatani, Pebayuran, Sukakarya, Cabangbungin, Sukawangi dan Muaragembong yang wilayahnya memiliki sungai.

“Yang paling bagus itu bisa dikatakan bebas BAB, Cikarang Barat karena masyarakat perumahan kota yang notabene sudah memiliki jamban sendiri,” tukasnya. (*)

editor: budhie uban


TAG