Soal Putusan Sidang Ganti Rugi Lahan di Kali Baru Kota Bekasi, Ini Kata Kuasa Hukum Warga

Bagikan Berita Ini

reporter: heri mamesah

KORANSIDAK.CO.ID – Proses persidangan antara pihak penggugat (warga Kali Baru) dan pihak tergugat (Kementerian Perhubungan) telah memasuki sidang putusan.

Warga yang menuntut ganti rugi sesuai harga terkini harus kecewa, lantaran Hakim yang diketuai Yunto memenangkan pihak tergugat. Alasan hakim memenangkan Balai Perkeretaapian adalah karena objek tersebut adalah dalam proyek nasional.

Menanggapi hal tersebut, kuasa Hukum warga, Tomus Pardede menyayangkan keputusan hakim yang tidak objektif. Menurutnya, hakim masih berpihak pada nilai apresial tahun 2015. Nilai itu kata dia, masih menjadi ajuan penilaian ganti rugi saat ini.

“Warga sangat kecewa terkait putusan tersebut. Oleh sebab itu, setelah menerima salinan putusan, warga akan tempuh jalur hukum selanjutnya yakni Kasasi,” kata Tomus, Kamis (25/10).

Sementara itu perwakilan warga, Mahrus Ali menyebut akan banyak langkah perlawanan yang akan dilakukan warga. Pasalnya, lanjut dia, warga tidak pernah berniat menjual tanah dan rumahnya.

“Tanah kami resmi bersertifikat, kami tidak pernah jual, yang butuh justru pemerintah,” kata mahrus.

Mahrus menambahkan, warga tidak terima ketika tanahnya yang dimiliki bertahun-tahun ingin dibeli seenaknya. Apalagi dibeli dengan nilai NJOP 2015. Oleh karena itu, lanjut Markus, warga berencana melakukan aksi demonstrasi Senin nanti.

“Kita akan mangadu ke Walikota Bekasi, agar kami selaku warga diperhatikan nasibnya, semoga dari Pak Wali bisa membuka ruang ke Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Sebagai informasi, nilai ganti rugi yang dimenangkan Pengadilan Negeri yakni Rp 2.8 juta/meter. Nilai tersebut jauh dari ajuan warga yang meminta Rp 10 juta/meter. Warga keberatan dengan nilai tersebut dikarenakan pada objek tersebut tidak hanya rumah melainkan tempat usaha.

“Warga keberatan jika angka yang ditetapkan Rp 2,8 juta, pasalnya angka tersebut tidak akan cukup untuk membeli rumah kembali di sekitar Bekasi, Selain itu beberapa warga memiliki usaha seperti penyewaan parkiran motor dan warung,” tandas Mahrus. (*)