Pengen Pindahkan Anaknya Sekolah Terbentur Aturan, Ini Keluhan Orangtua Murid

Bagikan Berita Ini

reporter: dede mulyadi

Ilustrasi (foto: google)

KORANSIDAK.CO.ID – RK adalah seorang siswa kelas 1 SDN Campakasari 1 Purwakarta yang ibunya menjadi korban percobaan perkosaan mengalami tekanan tambahan akibat dari kebijakan pemerintah.

Sudah hampir seminggu ini RK tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas seperti biasanya dikarenakan ibunya pindah kontrakan.

Sementara ituĀ Ibu RK yang berinisial RN menyampaikan kepada awak media penyebab RK tidak bisa lagi belajar di sekolah seperti biasanya.

“Sebetulnya ini tidak harus terjadi seandainya saya tidak mengalami musibah. Percobaan perkosaan terhadap saya yang dilakukan seorang laki-laki biadab dan tak bermoral telah mengacaukan kehidupan saya yang selama ini aman dan tentram;” beber RN kepada koransidak.co.id, Kamis (17/10).

Lebih lanjut RN menjelaskan, mengapa dirinya harus pindah kontrakan dan mengakibatkan anak kandungnya juga harus pindah sekolah, itu karena pelaku yang mencoba memperkosa saya masih bisa bebas berkeliaran di luar.

“Berbekal jaminan dari istri sirinya, pelaku yang mencoba memperkosa saya saat ini bebas berkeliaran di luar. Saya juga bingung mengapa pelaku percobaan perkosaaan bisa menjalani tahanan luar hanya dengan jaminan istri sirinya,” ujar RN seraya bertanya.

“Jadi, mengapa saya harus pindah kontrakan dan tinggal di rumah kontrakan yang sekiranya menurut saya aman dari gangguan pelaku dan yang lainnya yaitu karena saya merasa terancam, kenyamanan dan ketentraman hidup saya tidak ada lagi karena pelaku yang mencoba memperkosa saya masih bebas berkeliaran,” tambahnya.

Adapun sampai saat ini dirinya masih tetap mencarikan sekolah untukĀ  RK.

“Kemarin kita sudah mendatangi SDN 1 Citalang, tapi sayang sudah penuh karena saat ini per rombongan belajar dibatasi sampai 28 siswa aja , itu menurut keterangan Kepala Sekolah SDN 1 Citalang kemarin,” pungkasnya. (*)