Sampah Masih Jadi Ancaman Serius Bagi Kota Cirebon

Bagikan Berita Ini

reporter: nurudin

Abdullah Syukur

KORANSIDAK.CO.ID – Sampah masih menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan di sejumlah dinas. Terlebih akan menghadapi musim penghujan, Kota Cirebon tak ingin mengulang seperti tahun sebelumnya menjadi kota banjir gara-gara soal sampah, sendimentasi maupun masalah lainnya yang menyumbat dan mengganggu kelancaran sungai atauoun saluran air (selokan).

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) fokus pada penanganan volume sampah yang semakin hari semakin meningkat. Oleh karena itu, petugas dan armada pengangkut sampah akan lebih ditingkatkan agar tidak terjadi penumpukan sampah di musim penghujan nanti.

Hal tersebut dikatakan Kepala DLH Kota Cirebon, Abdullah Syukur saat ditemui di Gedung DPRD Kota Cirebon.

“Kita konsentrasi di masalah sampah dalam menghadapi musim penghujan. Lebih khusus penanganan tumpukan sampah di Tempat Pembungan Sampah (TPS),” kata Syukur.

Jelang musim hujan ini, pihaknya menghimbau kepada masyarakat, untuk membuang sampah pada tempatnya dan untuk perusahaan-perusahaan besar diminta melakukan mou untuk membuang sampah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak melalui TPS terlebih dahulu.

“Yang paling penting, jangan buang sampah di sungai. Karena berdasarkan pengalaman tahun kemarin, ketika di sungai banyak sampah, aliran tersumbat, maka terjadilah banjir,” ujarnya.

Selain sungai, kata Syukur, saluran air pun menjadi perhatian khusus dalam menghadapi musim hujan. Pasalnya, tahun lalu, ditemukan kasus banyaknya sampah di sejumlah saluran air. Oleh karena itu, diakui Syukur, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas yang menangani saluran air tersebut.

“Di saluran air pun terjadi sedimentasi, bukan hanya sampah, ada gulma, lumpur segala. Itu sudah kami koordinasikan untuk menangani persoalan itu,” ungkapnya.

Syukur menyebutkan, bukan hanya ditingkatkannya pengangkutan sampah di TPS untuk menanggulangi masalah sampah, melainkan, sangat diharapkan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang sampah di saluran dan sungai, serta meningkatkan gaya hidup sehat.

“Himbauan rutin dilakukan, mulai dari RW, penggiat lingkungan, termasuk kerja bakti bersama itu juga merupakan sosialisai terhadap masyarakat. Agar tidak membuang sampah sembarangan, setiap ada momen, kita selalu adakan kerja bakti bersih-bersih,” jelasnya.

Syukur menambahkan, permasalah lain di musim hujan, apabila sampah tidak segera diangkut kemudian sampah terkena air, maka sampah tersebut akan lebih cepat membusuk. Tentunya akan menganggu aktifitas warga sekitarnya.

“Jelang musim hujan ini, mari jaga lingkungan agar tetap bersih. Jangan membuang sampah di saluran air dan sungai,” tuturnya. (*)