Fraksi PPP DPR RI Gelar Seminar Indonesia Sehat

Bagikan Berita Ini

reporter: tidar sanjaya

KORANSIDAK.CO.ID – Fraksi PPP DPR RI menggelar seminar yang bertemakan “Indonesia sehat serta tantangan terhadap kontroversi peredaran obat dan makanan”, Rabu (10/10).

Dra. Hj. Ermalena MHS, Wakil Ketua Komisi lX DPR RI Fraksi PPP menjelaskan, dalam fungsi anggaran sendiri mulai tahun 2016, sesuai dengan amanah UU Kesehatan bahwa anggaran bidang kesehatan sebesar 5% dari total APBN, begitu pun dengan anggaran BPOM (badan pengawas obat dan makanan) pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp.2,173 triliun yang meningkat jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2017 sebesar Rp.1,67 triliun.

Mengenai permasalahan obat di Indonesia yakni vaksin palsu, temuan obat ilegal, obat palsu dan masalah keamanan pangan dan lainnya.

“Pada 2017, BPOM merekomendasikan pencabutan izin kepada 177 penjual, dengan rincian 156 penyalur obat palsu dari 21 penjual narkotika, zat adiktif dan psikotropika (Napza) dan 2018 BPOM telah mengeluarkan 230 rekomendasi pencabutan izin yang ditindaklanjuti hanya 68,70%,” ungkapnya.

Kemudian, tambahnya, timbul fenomena swamedikasi (pengobatan sendiri) dan obat bebas,data riset (suryawati, 2000):skor pengetahuan masyarakat Indonesia dalam menggunakan obat adalah 3,5-6,3 (skala 0-10), begitupun Riskesdas (riset kesehatan dasar) mengungkapkan bahwa masyarakat banyak menyimpan obat golongan antibiotik untuk persediaan, yang dibeli tanpa resep dokter.

“Perlunya upaya dari berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan obat dengan benar,” kata Ermalina. (*)