Kibar Indonesia Pertanyakan, Kenapa Prabowo DKK Tidak Minta RS Umumkan Sendiri ke Publik??

Bagikan Berita Ini

Oleh: La Ode Budi, Bendahara Umum (Bendum) Kibar Indonesia

Istimewa

 

 

 

 

 

 

RATNA Sarumpaet mengaku dianiaya. Kejadiannya detail digambarkan. Pemukulan pada Ratna Sarumpet ini,  punya konsekuensi besar bagi rakyat Indonesia dalam bernegara.

Kasus Ratna Sarumpaet mengindikasikan: Rakyat sudah jalan sendiri-sendiri. Rakyat sudah adili dan hukum langsung orang yang tidak sepaham, apalagi musuhnya.

Kepercayaan terhadap hukum sudah hilang. Ketertiban sosial sudah ambruk.

Pemerintah tidak melaksanakan fungsinya, melindungi warga. Pemerintah ini lemah, tidak mampu ciptakan kepatuhan.

Kasus Ratna Sarumpaet ini, bisa tergambar Pemerintah tidak berwibawa. Bisa lanjutkan sendiri (konsekuensinya : harus diganti !!!)

Kasus dengan dampak sebesar ini, butuh validasi bukti yang kuat sebelum dilempar ke publik.

Indonesia negara besar, dan apalagi kekuatan Polisi dan TNI, Pemerintah sedang terfokus ke Sulawesi Tengah.

Jika terjadi ketidakpatuhan sosial di banyak tempat (karena masyarakat terbelah), akan muncul beban luar biasa bagi Pemerintah.

Tanpa pegang validasi kebenaran standar “visum”, kenapa bukan Ratna Sarumpet diantar lapor ke Polisi atau Ratna Sarumpet sendiri diminta maju jelaskan langsung ke publik.

Panggilan kewajiban pada negara,  Prabowo dengan kawan-kawan berperan meminta rakyat untuk menunggu dan sabar.

“Mari jaga ketertiban dan cegah main hakim sendiri. Kami harap ini kejadian persekusi terakhir di Indonesia. Tidak boleh ada lagi kejadian seperti ini. Kita percayakan pada POLRI. Paralel, tetap kita minta Pemerintah fokus selesaikan Poso dan Donggala.”

Prabowo dengan kawan-kawan akan dikenal sebagai Negarawan sejati. Membela negara, dalam situasi pahit.

Tapi Aneh Bin Ajaib: Tanpa pegang visum di tangan, Prabowo dkk umumkan sendiri (sang korban malah tidak ditampilkan) peristiwa Ratna Sarumpaet.

Dan kritikal, ada jeda waktu antara prescon dan rencana laporan ke Polisi (Prabowo akan temui Kapolri).

Apa tidak dihitung oleh Prabowo dengan Kawan-Kawan, paska Prescon tersebut Negara jadi dalam bahaya  ???

Rakyat Indonesia harus sadar, kasus Ratna Sarumpet, telah membuka siapa Capres yang nalarnya buntu dan siap korbankan negara, agar tujuan pribadinya tercapai. (*)