Soal Kegiatan Kepemudaan di Kab. Bekasi, Ini Penilaian Ketua Komisi II Terhadap Disbudpora

Bagikan Berita Ini

reporter: sarman faisal

Ketua Komisi II DPRD Kab. Bekasi, Mulyana Muhtar

KORANSIDAK.CO.ID – Kegiatan untuk kepemudaan di Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi dinilai mandul. Pasalnya, hingga kini tidak terlihat kegiatan atau realisasi pembinaan untuk para pemuda. Padahal mementum saat ini sudah memasuki bulan Oktober, yang akan memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kinerja bidang Pemuda pada Disbudpora Kabupaten Bekasi tidak transparan dan tidak melakukan sharing ke Komisi II terkait urusan kepemudaan.

Sebab kata dia, pemuda wajib mendapat perhatian serius lantaran para pemuda adalah masa depan bangsa.

“Tidak kelihatan pemuda kegiatannya apa, sunyi saja. Anggarannya juga kami Komisi II tidak tahu jumlahnya berapa dan realisasinya bagaimana,” paparnya kepada koransidak.co.id, Senin (1/10).

Mulyana menambahkan, sampai saat ini selama empat tahun menjabat sebagai Ketua Komisi II, dirinya juga belum pernah menerima audiensi dari organisasi pemuda dan Disbudpora. Padahal, lanjut dia, setiap tahun diketahui untuk kegiatan pemuda selalu dianggarkan.

“Kayak KNPI, Pramuka, belum pernah ada yang datang ke Komisi II yang melakukan audiensi politik ke DPRD,” bebernya.

Menurutnya, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Disbudpora adalah melakukan pembinaan terhadap organisasi kepemudaan dan pembinaan terkait pengembangan potensi-potensi, visi misi dan ideologi bangsa dan lain sebagainya.

“Tugasnya Budpora, bagaimana bisa mengembangkan potensi-potensi pemuda, sehingga ketika semua difasilitasi, kegiatan pemuda bisa maksimal dalam semua aspek,” jelasnya.

Pihaknya berharap organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Bekasi bisa lebih proaktif, artinya bisa melakukan audiensi ke DPRD, sehingga dengan demikian bisa diketahui sepinya kegiatan pemuda itu salah Pemerintah Daerah atau memang organisasi pemudanya yang tidak aktif.

“Kalau memang mereka eksis datang ke Komisi, kita audiensi, bisa dikomunikasikan dalam dukungan politik, sehingga gagasan-gagasan mereka bisa terimplementasi,” imbuhnya.

Bahkan Mulyana mengaku, pekan ini akan memanggil pihak Disbudpora untuk mempertanyakan, sudah sejauh mana melakukan pembinaan kepada organisasi pemuda dan realisasi anggarannya, sehingga dengan begitu bisa diketahui apa masalahnya.

“Kita akan panggil pihak Dibudpora dalam waktu dekat ini untuk mengevaluasi kegiatannya,” tandasnya. (*)

editor: budhie uban