‘Singa Depok’ Kesenian Indramayu yang Harus Dipertahankan

Bagikan Berita Ini

penulis: nanang asmari

KESENIAN Singa Depok sudah tidak asing lagi bagi warga Indramayu, Jawa Barat. Kesenian ini sering ini dipentaskan warga, apalagi saat acara hajatan seperti khitanan/sunatan.

Singa Depok ini berbentuk patung yang diberi bambu pada sisi-sisinya. Bambu berguna sebagai alat bantu orang yang memanggul Singa Depok tersebut.

Singa Depok ini umumnya berbentuk patung Singa dan Burung, namun saat ini banyak modifikasi seperti naga ular dan lain- lain.

Menurut Purwati (31), penggiat seni yang juga warga Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, jika ditampilkan saat acara khitanan, sebelum dikhitan anak yang dikhitan akan diarak terlebih dahulu.

“Ada arak-arakannya dulu sebelum memulai acara hajatan. Arak-arakannya sampai keliling kampung,” terangnya.

Singa Depok, kata Purwati, dipanggul empat orang sambil berjoget mengikuti alunan musik tarling khas Indramayu.

Selesai arak-arakan, lanjutnya, biasanya ada pertunjukan oleh kelompok pemanggul Singa Depok untuk menghibur para hadirin yang datang ke acara hajatan.

“Setelah arak-arakan,
ada atraksi seperti sulap, debus dan sintren,” ungkap Purwati.

Saat atraksi, sambung dia, banyak hal-hal di luar nalar umum yang dilakukan oleh kelompok Singa Depok seperti memakan ayam hidup, dan menginjak beling.

“Sebelum atraksi biasanya patung Singa Depok di beri sesajen,” pungkasnya. (*)

editor: budhie uban