Soal Pilkada, ASN Kab. Cirebon Harus Hati-hati, Aturan Sudah Jelas

Bagikan Berita Ini

dedi/nurudin

 

Ilustrasi (foto: Google)

KORANSIDAK.CO.ID – Salah satu Camat serta Kepala Puskesmas di Kabupaten Cirebon diduga tidak netral saat mengawal Paslon No 2 yang berkampanye di lapangan bola Kecamatan Pabuaran.

Ketidaknetralan tersebut, berdasarkan data di lapangan, menyebutkan, para kepala Puskesmas yang diduga diintruksikan oleh salah satu Kadis Kabupaten Cirebon lewat sms (pesan pendek) ke semua Kepala Puskesmas untuk berkumpul di satu Puskesmas.

Maksud dan tujuan dari instruksi Kadis tersebut diduga untuk mengawal paslon bupati  Sunjaya Purwadi-Imron (Jaya Jadi ) untuk berkampanye di lapangan bola Kecamatan Pabuaran.

Menanggapi hal itu, Doro, pengamat politik yang sekaligus budayawan mengatakan, Camat dan para Kepala Puskesmas serta rekan-rekan kuwu dan Plt Bupati, Selly Andriany Gantina diduga ikut dalam kampanye paslon No urut 2 ini.

Plt Bupati Cirebon kata dia, seharusnya mendapat cuti dari Depdagri jika ingin mengawal paslon No 2.

Tetapi diduga ikut mengawal paslon No 2 di lapangan bola Kecamatan Pabuaran.

Dikatakan Doro, dalam PP No. 12/2017 menyebutkan, ASN termasuk camat, kuwu serta perangkat desa tidak boleh ikut berkampanye dan harus netral, karena status Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN). Akan tetapi mereka tetap membandel dan diduga melanggar PP No. 12/ 2017 tersebut.

“Dukung mendukung dalam berpolitik memang sah-sah saja, akan tetapi kalau ada aturan ya harus dihormati, terutama aturan hukum yang ada. Dan cobalah para ASN, Camat, Kuwu dan perangkat desa memberikan pelajaran politik yang benar dan cerdas kepada masyarakat, sehingga masyarakat disuguhi politik yang sehat dan mencerdaskan,” pungkasnya (*)